Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa saat ditemui pasca pemilihan di Hotel Claro, Sabtu (19/12/2020).

Aklamasi, Suharso Monoarfa Jadi Nahkoda Baru PPP

Minggu, 20 Desember 2020 | 13:00 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Nahkoda baru Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya telah ditentukan. Ialah Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, Suharso Monoarfa yang secara resmi memimpin hingga lima tahun ke depan.

Suharso Monoarfa sendiri terpilih dalam Muktamar ke-IX PPP, yang berpusat di Hotel Claro pada Sabtu (19/12/2020). Kemdian akan memimpin PPP mulai 2021 sampai 2026 mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia (RI) tersebut terpilih secara aklamasi. Ini setelah tidak ada calon lain yang mengajukan diri sebagai Calon Ketua Umum.

Sepuluh kota yang menjadi zona pemilihan secara bersama-sama sepakat. Mereka mendorong Suharso Monoarfa untuk memimpin PPP satu periode ke depan.



Terpilihnya Suharso Monoarfa ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) formatur hasil Muktamar IX Nomor 8/TAP/Muktamar IX PPP 2020. Ini tentang Penetapan Ketua Umum Formatur Muktamar ke-IX PPP, yang di mana dibacakan oleh pimpinan sidang, yakni Amir Uskara.

Usai terpilih, Suharso sendiri menyatakan siap menjadi orang yang akan membawa PPP menuju tingkat elektoral lebih tinggi. Sekaligus membawa PPP sebagai partai pemenang di Pemilu 2024 mendatang.

Suharso juga menegaskan bahwa ia hadir bukan untuk diri sendiri. Melainkan sebagai orang yang memegang amanah dari partai untuk kemaslahatan partai, bangsa, dan negara.

“Saya tidak hadir seorang diri, saya hadir sebagai representasi kader PPP di seluruh Indonesia. Ini sesungguhnya amanat seluruh kader PPP di tanah air,” buka,” buka Suharso.

Ia juga mengatakan, para kader tidak perlu berlebihan mendukung dan memberikan dukungan kepada dirinya. Ia hanya ingin semua kader PPP solid, satu suara, dan total dalam membangun partai.

“Tidak ada luar biasa pada diri saya. Tidak ada berlebihan pada diri saya. Mari kumpulkan kelebihan masing-masing, kebolehan, kearifan. Satukan untuk menangkan Pemilu 2024. Tinggalkan cara sendiri-sendiri, mari kerja bersama, bahu-membahu dari Aceh sampai Papua,” tegasnya.

Lebih jauh, Suharso mengatakan, keadilan, pemerataan, dan pemenuhan hak para kader harus bisa terdistribusi dengan adil dan merata. Sebab, hal itulah yang bisa memicu semangat dalam membangun partai.

“Tidak boleh ada (kader) yang tertinggal. Kita sesungguhnya ditantang zaman. Kita hadapi bersama. Insyaallah hanya dengan kebersamaan, semangat yang kita miliki, kita bisa mewujudkan impian itu, kembalikan kegemilangan PPP,” jelas Suharso.

“Hanya ini satu-satunya yang saya janjikan. Saya wakafkan waktu saya untuk partai yang saya cintai,” tutupnya. (*)


BACA JUGA