Media Briefing Trend Micro Inc secara virtual melalui Zoom, Kamis (07/01/2021).

Trend Micro Sebut Jaringan Rumah dan Cloud Sasaran Kejahatan Siber di 2021

Kamis, 07 Januari 2021 | 23:55 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Salah satu perusahaan perangkat lunak keamanan ternama, Trend Micro Inc memaparkan prediksinya. Jaringan rumah yang mendukung bekerja dari jarak jauh, dan sistem cloud disebutnya menjadi sasaran serangan siber di tahun ini.

Berdasarkan laporan Trend Micro, kejahatan siber di tahun 2021 mempunyai target secara khusus. Di mana jaringan rumah sebagai jalur utama yang membahayakan Teknologi Informasi (TI) perusahaan dan jaringan Internet of Things (IoT).

“Kami memprediksi serangan yang menargetkan data dan jaringan perusahaan akan lebih agresif,” ujar Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono saat Media Breafing via Zoom, Kamis (07/01/2021)

Dalam laporan prediksi itu juga memperingatkan jika karyawan yang secara teratur mengakses data sensitif berada dalam bahaya. Seperti, para HRD yang mengakses data karyawan, manajer penjualan yang menangani informasi pribadi pelanggan, atau eksekutif senior yang mengelola nomor rahasia perusahaan.



Serangan kejahatan siber bisa saja bakal memilih mengeksploitasi celah yang ada dalam kolaborasi daring dan produktivitas perangkat lunak. Ini terjadi setelah datanya terbuka.

Disampaikan Budi, tim keamanan TI harus merombak kebijakan dan perlindungan bekerja dari rumah untuk mengatasi kompleksitas lingkungan hibrid. Yakni di mana data kerja dan pribadi datang dalam satu perangkat. Pendekatan dengan tidak memercayai siapapun akan makin banyak dipilih untuk memberdayakan dan mengamankan karyawan yang tersebar.

“Saat kita menggunakan integrasi dengan pihak ketiga, kami uga memperingatkan bahwa API yang terekspos akan menjadi vektor serangan pilihan baru bagi kejahatan siber. Cara ini dapat memberikan akses ke data pribadi pelanggan, kode sumber, dan layanan back-end,” sambungnya.

Budi juga menyebut bahwa sistem cloud adalah area lain di mana ancaman akan terus terjadi pada tahun 202. Mulai dari pembajakan, kesalahan konfigurasi, dan penyerang yang mencoba mengambil alih server cloud untuk menyebarkan gambar kontainer yang berbahaya.

Pada masa pandemi Covid-19, Indonesia mengalami kejahatan siber yang cukup tinggi yang memanfaatkan situasi Covid-19. Pada Kuartal 3 2020, Trend Micro mendeteksi bahwa Indonesia merupakan negara dengan peringkat pertama di dunia yang mendapat serangan malware yang berkaitan dengan Covid-19 dengan jumlah 11.088.

Tak hanya itu, serangan Email Spam yang memanfaatkan Covid-19 juga banyak terjadi di Indonesia. Ialah total sebanyak 11.889. Ini menjadikan Indonesia sebagai peringkat satu se-Asia Tenggara dalam kategori serangan Email Spam berkaitan dengan Covid-19. (*)


BACA JUGA