Wali Kota Parepare, Taufan Pawe saat memimpin rapat evaluasi jam malam via Zoom, Jumat (15/1/2021)

Satgas Covid-19 Parepare Perpanjang Batas Jam Malam, Ini Alasan TP

Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:17 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

PAREPARE, GOSULSEL.COM — Surat Edaran (SE) pembatasan aktivitas masyarakat dan perdagangan serta pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 diperpanjang. Kebijakan ini dilanjutkan mulai tanggal 16 sampai 25 Januari.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Evaluasi bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19. Turut hadir Forkompinda Kota Parepare via Zoom, Jumat (15/1/2021).

Dari rapat tersebut, aktivitas makan dan minum di tempat yang sebelumnya pukul 20.00 kini menjadi pukul 19.00 WITA. Dengan jumlah pengunjung 25% dari kapasitas ruangan. Namun untuk layanan pesan antar atau take away, Satgas memberikan pelonggaran hingga pukul 21.00 WITA. 

Untuk apotek dan toko obat-obatan, tetap beroperasi secara normal. Adapun dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) mengatakan, kasus Covid-19 di Kota Parepare masih mengkhawatirkan. Sehingga, pembatasan masyarakat dan operasi usaha diperpanjang. Namun ada perubahan dan penyesuaian dalam SE itu.

“Dari data Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kamis, 14 Januari 2021, masih mengkhawatirkan. Saat ini Kota Parepare mencapai 776 kasus terkonfirmasi positif. 676 orang dinyatakan sembuh. 30 meninggal dunia. Sementara kasus aktif 70 orang,” kata Taufan.

Wali Kota Parepare dua periode ini menjelaskan, pembatasan jam operasi uasaha diperpanjang dikarenakan angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 kini 1,86 %. Hal ini dinilai masih rawan dalam penyebaran Covid-19.

Meski demikian, Taufan berjanji, jika angka Rt Covid-19 sudah di bawah 1 %, pelonggaran jam operasi usaha pasti diberlakukan. Olehnya, warga diharapkan lebih bersabar dan tetap patuh terhadap prokes.

“Makanya kita buat kebijakan tidak lebih 10 hari. Karena kita bakal evaluasi dan melihat trend Rt covid-19 apakah turun atau tidak. Kalau turun pasti kita longgarkan. Dan pada saat kita berstatus zona hijau, kita sudah bisa memasuki new normal,” pungkas Taufan.(*)


BACA JUGA