Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widony Fedri saat meninjau proyek RS Batua, Senin (18/1/2021)

Endus Dugaan Korupsi, KPK Tinjau Proyek RS Batua

Jumat, 22 Januari 2021 | 18:34 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertandang ke Makassar pada Kamis (21/01/2021). Pihaknya pun meninjau proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua.

Setiba di lokasi, saat ditanya terkait maksud peninjauan, pihak KPK belum bisa berkomentar. Alasannya, karena masih sedang dalam proses pemeriksaan.

“Iya, tapi belum bisa dipublish, karena masih sementara proses penyelidikan. Nanti kalau ada hasilnya baru bisa,” ujar salah seorang petugas KPK yang tidak ingin disebutkan namanya, Kamis (21/1/2021).

Sementara itu, salah seorang warga Sudirman mengatakan, pembangunan RS Batua sudah sudah berhenti selama beberapa tahun. “Kurang tau juga kalau ada yang pemeriksaan, tapi memang sudah lama tidak dikerja,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri menemukan kejanggalan dalam proyek pembangunan RS Batua. Proyek senilai Rp 25 Miliar itu, diduga tidak dilaksanakan sesuai perencanaan.

Menurutnya, terlihat struktur bangunan, konstruksi dinding, dan lantai terlalu tipis. Hal ini dinilai membahayakan, apalagi saat ada tekanan dari atas.

“Ada kejanggalan dalam konstruksi bangunan ini, ini banyak kekurangan. Lantai basement ini terlalu tipis, ada getaran kalau kita jalan,” ujarnya.

Lanjutnya, beberapa tiang penyangga juga ada yang miring, dan tidak sesuai dengan desain. “Beberapa tiang juga bengkok, tangga tidak sesuai standar. Kalau kita mau naik terkena kepala,” ungkapnya.

Widoni juga sebelumnya mengungkapkan bahwa, tim dari KPK bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dijadwalkan datang. Mereka akan meninjau proyek ini lantaran adanya kasus dugaan korupsi.

“Tanggal 21 nanti BPK kesini dengan KPK,” katanya.

Diketahui, pembangunan gedung Puskesmas Batua telah menghabiskan anggaran Rp 25 Miliar dalam APBD Makassar. Proyek itu telah dikerjakan sejak tahun 2018 lalu oleh pihak rekanan dari PT Sultana Nugraha.

Rencananya, puskesmas Batua akan dijadikan RS tipe C dengan bangunan berlantai lima. Namun, hingga tiga tahun berjalan, konstruksi bangunan belum juga rampung. (*)


BACA JUGA