Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Absen di Rapat Pengesahan Danny-Fatma, Pj Wali Kota: Ini Kan Cuma Penetapan

Jumat, 29 Januari 2021 | 19:12 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin angkat bicara. Ia pun menjelaskan alasannya absen dalam Rapat Paripurna Penetapan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

Rudy mengaku saat ini ada agenda yang lebih penting ketimbang harus hadir rapat tersebut. Ia hadir mendampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).

“Saya kebetulan itu kemarin ada RUPS KIMA,” ujar Rudy saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, (29/01/2021).

Kehadirannya dalam RUPS, disebutkan Rudy, lebih penting. Pasalnya, Wali Kota Makassar juga merupakan pemegang saham.

Dalam Rapat Paripurna Penetapan Danny-Fatma, ia diketahui digantikan oleh Sekda Kota Makassar, M Ansar. Menurutnya hal itu merupakan bentuk pembagian tugas sesuai jenjang jabatan.

“Kalau RUPS itu adalah pemegang saham (Wali Kota), jadi nggak bisa ditinggalkan. Jadi itu lah fungsi pemerintahan, ada jenjang-jenjang jabatan, bagi tugas,” kata Rudy.

Rudy pun menilai setiap agenda yang hendak dihadiri harus dilihat urgensinya. “Tinggal kita lihat urgensinya, kan cuma penetapan saja, dan pasti informasinya kita terima. Tentu apapun itu pasti kita tinggal mengikuti,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo menyoroti ketidakhadiran Rudy sebagai Pj Wali Kota di rapat tersebut. Ia menilai sikap Rudy Djamaluddin bertolak belakang dengan pesan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah soal rekonsiliasi Pilwalkot.

“Pesannya Pak Gubernur tadi, rekonsiliasi. Ucapan Pak Gubernur ini harus ditafsirkan Pak Pj, bahwa kalau rekonsiliasi, maka Pak Wali harus berinisiatif menyambut Pak Danny dan Bu Fatma sebagai pemimpin baru Kota Makassar,” ujar Rudi di Gedung DPRD Kota Makassar.

Menurutnya, hadirnya Pj Walkot Makassar pada paripurna penetapan Danny-Fatma penting. Ini sebagai bagian dari suksesi tahapan Pilwalkot Makassar 2020 dan rekonsiliasi pasca pemilihan.

“Jangan Pak Gubernur rekonsiliasi (pasca Pilwalkot) terus Pak Pj langkah-langkahnya di Kota Makassar berbanding terbalik dengan ucapan sang Gubernur,” ucap Rudi. (*)


BACA JUGA