Wali Kota Parepare, Taufan Pawe berbicara bersama Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat peringatan HUT Parepare ke-61 Tahun di Ruang Rapat Paripurna DPRD Parepare, Sabtu (13/03/2021).
#

Tingkatkan Kesejahteraan Masyakarat di Bidang Pariwisata, Begini Upaya TP

Minggu, 14 Maret 2021 | 11:05 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

PAREPARE, GOSULSEL.COM – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) menciptakan Teori Telapak Kaki. Di mana dibuat sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal ini didasari karena Kota Parepare tidak memiliki sumber daya alam yang memadai. Sehingga, harus memperkuat diri sebagai kota jasa dan niaga.

Salah satu faktor menghadirkan banyak telapak kaki, Taufan terus fokus pembangunan kepariwisataan. Pengembangan investasi pariwisata terus didorong karena merupakan sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Sektor kepariwisataan ini terus digenjot. Objek wisata yang ada sekarang ini seperti Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Tonrangeng River Side, Parepare Beach City, Taman Mattirotasi, Taman Syariah, Balai Ainun Habibie dan berbagai jenis lainnya akan terus kita optimalkan.

“Pemkot Parepare telah membangun Museum BJ Habibie. Museum BJ Habibie dapat menjadi tolok ukur bagi Kota Parepare, dan untuk menyempurnakan Kota Parepare sebagai Kota B.J. Habibie,” jelasnya saat Peringatan HUT Kota Parepare ke-61 Tahun di DPRD Parepare, Sabtu (13/03/2021).

“Hadirnya museum BJ Habibie yang merupakan satu-satunya di Indonesia ini merupakan simbol penghormatan Pemerintah Kota Parepare terhadap jasa-jasa Bapak Baharuddin Jusuf Habibie semasa hidupnya,” katanya.

Begitu pula pembangunan Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) yang diyakini bisa menarik perhatian pelajar di luar Kota Parepare. Pemkot bertekad menjadikan kota ini sebagai mercusuar pendidikan di utara Sulsel.

“Pembangunan ITH Parepare yang saat ini tengah menunggu ijin operasional dari Kemendikbud telah disiapkan gedung rektorat sementara yang memanfaatkan eks gedung Pemuda, dan merenovasi eks gedung DPRD sebagai ruang perkuliahan awal,” bebernya.

Wali kota berlatar belakang profesional hukum ini juga menindaklanjuti salah satu program prioritas Gubernur Sulsel di bidang kepariwisataan. Yakni dengan hadirnya Rest Area dibeberapa daerah di Sulsel.

Ia menawarkan konsep perencanaan pembangunan ruang terbuka hijau. Dipadukan dengan fasum dan fasos dengan konsep Mattirotasi Water Park.

“Dan salah satu fasilitas sosial yang akan dibangun adalah Masjid Terapung BJ Habibie yang anggaran pembangunannya berasal dari Dana Insentif Daerah (DID),” jelasnya.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini membeberkan, keberhasilan pembangunan yang telah dicapai saat ini berdampak pada indikator keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi. Salah satu tolok ukurnya adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.

PDRB per kapita masyarakat Parepare tahun 2016 lalu berhasil mencapai Rp 39,47 juta per orang per tahun dan kemudian di tahun 2017 meningkat menjadi Rp 42,90 juta per orang per tahun, pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp 45,94 juta perorang pertahun, pada tahun 2019 meningkat lagi menjadi Rp 49,80, dan pada tahun 2020 kembali meningkat menjadi Rp. 49,92 juta perorang pertahun.

“Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di Sulsel. Pemkot Parepare terus menggenjot perekonomian masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA