Dinkes Makasssar saat melakukan pengujian terhadap bahan makanan takjil di Pasar Terong, Rabu (14/04/2021).

Tinjau Pasar, Dinkes Makassar Awasi Takjil Mengandung Perwarna Tekstil

Rabu, 14 April 2021 | 15:25 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar meninjau pasar mulai hari ini di Pasar Terong, Rabu (14/04/2021). Pihaknya ingin memastikan takjil buka puasa aman dikonsumsi oleh masyakarat.

Pemerikasaan terhadap bahan makanan takjil seperti cendol, kolang-kaling, nata de Coco, dan cincau dilakukan. Dinkes menggunakan lakmus dalam pengujiannya.

Lakmus merupakan kertas saring yang menjadi indikator pembeda zat. Pihaknya mengantisipasi adanya kandungan Rhodamin B dalam bahan takjil. Sebuah zat kimia yang kerap ditemukan dalam pewarna tekstil.

Disampaikan Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani, pihaknya rutin melakukan pengawasan tiap bulan puasa. Tujuannya agar masyakarat mengonsumsi takjil yang aman dari kandungan zat berbahaya.

“Kita khawatirkan itu mengenai kebersihan dan kesehatannya. Sekarang kita melakukan pengetesan terhadap potensi adanya zat berbahaya dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia,” ujar Iriani.

Selain Rhodamin B, boraks kerap menjadi bahan dalam takjil tersebut. Padahal, disebutkan Iriani, makanan yang mengandung zat tersebut bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satunya, diare.

Sejauh ini, dikatakannya, pedagang di sejumlah pasar telah paham mengenai bahaya kandungan dari pewarna tekstil. Ia berharap mereka terus menjaga kesehatan dalam takjil yang dijajakannya.

“Para pedagang pasar di Makassar, sudah lebih memahami masalah kesehatan. Jadi tidak lagi menggunakan zat berbahaya di dalam pengolahan makanannya,” tutupnya.

Dinkes Makasssar akan terus melakukan pengawasan selama bulan puasa. Total ada 6 pasar tradisional dan 9 pasar modern yang bakal menjadi lokasi pemantauan. (*)


BACA JUGA