Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto saat sidak di Disdik Makassar, Senin (17/05/2021)/Ist

Dari Tanda Tangan Berbayar Hingga Beli Foto Wali Kota, Disdik Makassar Jadi Sorotan

Rabu, 19 Mei 2021 | 15:33 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menjadi sorotan belakangan ini. Sekelumit persoalan yang mengarah ke Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) mencuat di instansi tersebut.

 

Mulai dari Kepala Sekolah (Kepsek) yang diminta untuk membeli foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota oleh oknum Disdik Makassar. Dan terbaru, ada dugaan praktik jual beli tangan tangan yang nilainya mencapai Rp2 Juta.

 

Pengamat Pendidikan, Erwin Akib memandang bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, kasus tersebut harus dituntaskan secepatnya sebelum citra pendidikan kian tercoreng.

 

“Harus segera ditindak, kita tunggu tindakan Pemkot untuk melakukan investigasi supaya ditutupi ini persoalan dan tidak menyebar luas,” ujarnya, Rabu (19/05/2021).

 

Disdik Makassar sebagai instansi pemerintah yang berfokus pada pendidikan SD dan SMP, harus memiliki SDM yang berkualitas. Sebab, perilaku mereka akan mempengaruhi stigma guru yang notabene berkerja hanya untuk mendidik bukan mencari untung.

 

“Ini harus diselidiki lebih jauh. Saya kira tidak boleh terjadi di dunia pendidikan sampai kalangan dibawah tidak boleh, kasihan guru-guru,” ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar ini.

 

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto sebagai pengambil kebijakan, menurut Erwin, harus mengambil langkah tegas terhadap masalah ini. Sekaligus mesti bisa memperbaiki citra pendidikan.

 

“Ini kan masih diselidiki oleh Pemkot. Kalau ada terbukti, Wali Kota yang punya wewenang. Saya yakin beliau punya langkah strategis,” tandasnya. (*)


BACA JUGA