Petugas Damkar Gowa dipimpin Kadis Damkar Gowa, Rostam Razak memperlihatkan cara mengatasi kebakaran

17 Kebakaran Terjadi di Gowa Hingga Mei 2021, Damkar Berbagi Tips Atasi Kebakaran

Rabu, 02 Juni 2021 | 22:31 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Kebakaran rumah makan Cang Kuning di Jalan Sultan Hasanuddin beberapa waktu lalu menambah daftar peristiwa kebakaran di Kabupaten Gowa. 

Pihak petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa mencatat, sedikitnya ada 17 peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Gowa sepanjang bulan Januari hingga Mei 2021. 

Dari data tersebut, penyebab kebakaran didominasi oleh kompor gas dan arus pendek listrik. 

“Dari 17 peristiwa kebakaran di Gowa, 10 disebabkan karena kompor gas dan 7 disebabkan oleh arus pendek listrik,” kata Rostam Razak, Rabu (2/6/2021). 

Wilayah di Gowa yang sering terjadi kebakaran yakni di Kecamatan Somba Opu dengan jumlah kebakaran sebanyak 7 kasus. 

Kemudian wilayah kedua yakni di Kecamatan Pallangga sebanyak 4 kasus. Di kecamatan Bajeng 3 kasus. Kecamatan Barombong, Pattallassang, dan Bontonompo masing-masing 1 kasus. 

Rostam Razak pun menghimbau warga agar tidak panik ketika terjadi kebakaran. Apalagi jika kebakaran disebabkan oleh kompor gas atau tabung gas. Ada beberapa tips untuk mengatasi ketika kebakaran terjadi. 

“Ketika terjadi kebocoran gas didalam ruangan, masyarakat diminta untuk tidak panik, kemudian putuskan sumber api yang ada pada tabung gas yang terbakar,” kata Rostam. 

Tips selanjutnya menurut Rostam Razak adalah masyarakat dapat menggunakan kain basah kemudian menutupi sumber api.

“Jika tabung gas yang bocor masih terdapat api, masyarakat bisa menggunakan kain, atau karung goni basah untuk menutupi api, kemudian putuskan aliran gasnya, ketika masih mengeluarkan gas, bawa ke ruangan terbuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika tercium bau gas di dalam rumah tidak disarankan untuk menyalakan saklar dan menyalakan api.

“Usahakan jika terjadi seperti itu, buka jendela pintu seluas luasnya, dan keluarkan gas dari ruangan dengan mengipas menggunakan alat seperti sarung, kain dan lainnya, kemudian putuskan aliran gasnya,” jelasnya.(*)

Reporter: Endra Sahab


BACA JUGA