Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Andi Khadija Iriani/Int

Tiga Bulan Insentif Nakes Puskemas Menunggak, Dinkes Makassar Butuh Rp9 Miliar

Kamis, 01 Juli 2021 | 15:43 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang bekerja menangani kasus Covid-19 masih menjadi persoalan. Mandeknya pembayaran terus dikeluhkan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar berupaya mencari jalan keluar. Pihaknya kini berfokus untuk membayar insentif nakes Covid-19 yang bekerja di 47 Puskemas.

Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani mengaku butuh setidaknya Rp9 Miliar untuk melunasi tunggakan insentif mereka. Itu untuk pembayaran mulai Oktober sampai Desember 2020.

“Nah sekarang ini baru satu bulan dibayar, selisih sisanya, jadi September. Untuk Oktober, November, Desember itu belum,” kata Iriani saat ditemui, Kamis (01/07/2021).

“Diupayakan oleh BPKAD, jadi nakes terkait dengan Covid-19 itu kita masih kurang hampir Rp9 Miliar,” lanjutnya.

Upaya tersebut, disampaikan Iriani, dengan mengalokasikan dana dari Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) di APBD 2021. Ia berharap insentif nakes segera cepat dibayarkan. Sehingga, bisa fokus untuk pembayaran tahun 2021.

“Jadi bulan 9 sudah selesai, jadi kita harapkan dana BTT bisa menyelesaikan itu. Dan lanjut tidak boleh tidak dibayarkan sampai di bulan ini,” sambung Iriani.

Sebelumnya, Iriani menyebut bahwa insentif untuk nakes Covid-19 di RSUD Daya sudah terbayarkan sampai Desember 2020. Total anggaran yang dikucurkan untuk membayar mereka ialah Rp7 Miliar.

“Kan kemarin yang turun anggarannya Rp7 Miliar lebih, ternyata kita membutuhkan anggaran Rp15 Miliar lebih. Jadi yang kita selesaikan dulu rumah sakit,” tukasnya. (*)


BACA JUGA