Lawan Konten Intoleransi, Pendakwah Didorong Manfaatkan Semua Platform Media Sosial

Senin, 12 Juli 2021 | 19:31 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BOLAANG MONGONDOW, GOSULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 12 Juli 2021 di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Khotbah yang Ramah di Internet”.

Program kali ini diikuti oleh 1125 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Islamic Studies IAIN Manado, Arhanuddin Salim; dosen Fakultas Teologi IAKN Manado, Krueger Kristanto; jurnalis, Budi Nurgianto; dan aktivis kebhinekaan Aan Anshori.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Made Dwi Adnjani selaku aktivis Japelidi Unissulla. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Arhanuddin Salim yang membawakan tema “Konten Khotbah dan Otoritas Pemuka Agama di Internet”. Menurut dia, agama punya peran penting di setiap segmen kehidupan masyarakat Indonesia.

“Pemuka agama punya kekuatan dalam memanfaatkan konten keagamaan untuk mempengaruhi pola pikir umat sebagai objek dakwah,” ujarnya.

Berikutnya, Krueger Kristianto, menyampaikan materi berjudul “Perspektif Etika Kristiani”. Ia mengatakan, sejak era pandemi, dakwah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) memasuki masuk babak baru: dari mimbar gereja beralih ke ruang virtual, sehingga pendengarnya tak hanya jemaat gereja.

Sayangnya, dalam pandangan Krueger, para pendeta terkesan kurang siap ketika menyampaikan materi ceramah agar tidak bersinggungan dengan agama maupun kelompok lain.

“Fokus khutbah seharusnya hanya pada persoalan umat, tidak perlu meluas ke masalah lain sehingga menjadi tidak ramah bagi komunitas lain,” katanya.

Sebagai pemateri ketiga, Aan Anshori membawakan tema tentang “Berdakwah di Medsos, Sudahkah Kita Tahu Hal Ini?”. Ia beranggapan, “pandemi” intoleransi di media sosial sekarang ini perlu diwaspadai. Sehingga, “vaksinasi” kebhinekaan perlu disebarkan ke seluruh warganet demi menjaga persaudaraan antar umat di Indonesia.

“Sepanjang model pendidikan keagamaan kita belum selaras dengan Pancasila, media sosial akan terus menjadi medan pertempuran konten-konten intoleransi,” tuturnya.

Adapun Budi Nurgianto, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Cerdas dan Santun di Media Sosial”.

Ia mengatakan, konten negatif tentang agama cenderung menguatkan sikap intoleransi di kalangan warganet. Dampaknya, bisa terjadi perpecahan antar kelompok, konflik, serta memicu penyebaran hoaks.

“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai inspirasi, motivasi, sekaligus menebar kebaikan-kebaikan sesama warganet,” imbuhnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Siti Hasanah, bertanya tentang aspek yang harus dipahami dan dibawa dalam konten dakwah.

Arhanuddin Salim menanggapi, konten keagamaan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan konteks dan isu yang sedang berkembang. Pendakwah juga harus bisa masuk ke seluruh platform media sosial, sehingga pesan dakwah bisa menyentuh berbagai kalangan. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)


BACA JUGA