Melihat Sisi Lain dari Pandemi, Peluang Pekerjaan di Era 4.0

Rabu, 21 Juli 2021 | 18:59 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

JENEPONTO, GOSULSEL.COM – Sebanyak 874 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Juli 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Public Policy Associate DANA Varrel Vendira Rizlah Putra, presenter dan penyiar radio Metha Margaretha, dosen Fakultas Psikologi UNM Muhammad Rhesa, dan VP Satu Tampa/dosen UTSU Lady Giroth. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arin Swandari selaku penulis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Varrel Vendira Rizlah Putra yang membawakan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Kata dia, revolusi 4.0 menyebabkan banyak pekerjaan digantikan oleh teknologi sekaligus memunculkan jenis pekerjaan baru. Akibatnya, pasar tenaga kerja menjadi lebih menantang.

“World Economic Forum menyebut 50 persen pekerja butuh reskilling untuk 2025. Keterampilan yang dulu tidak ada, sekarang dibutuhkan,” katanya.

Berikutnya, Metha Margaretha menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Sosialisasi e-Market bagi Para Pelaku UMKM”. Menurut Metha, UMKM wajib bertransformasi ke dunia digital agar bisa menjangkau pasar lebih luas, meminimalkan kehilangan pasar, menekan biaya operasional, dan mengejar pertumbuhan lebih cepat.

“Manfaatkan aplikasi pembukuan dan kasir, aplikasi manajemen stok, memanfaatkan pemasaran digital, pembayaran digital, dan fitur BOT,” ucap Metha.

Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Rhesa membawakan tema “Mengarahkan Perilaku Konsumtif Menjadi Produktif dengan Usaha yang Minimal”. Ia berpendapat, aktivitas belanja daring naik berkali lipat sejak pandemi.

“Pandemi menciptakan disrupsi teknologi. Sudah saatnya berpindah dari konvensional ke daring agar bisnis tetap memiliki prospek ke depan,” ujar Rhesa.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Lady Giroth, menyampaikan tema “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan Selama Masa Covid-19”. Ia mengatakan, kemudahan yang diusung teknologi digital telah mendorong tren masyarakat berinvestasi.

“Jenis investasi yang aman saat pandemi, yaitu tabungan, reksa dana, P2P lending, dan obligasi,” imbuhnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar, Betty Sinta Dewi, bertanya tentang cara membentuk dan mengasah kreativitas digital serta kecakapan dasar seperti apa yang bisa mendukung para pencari kerja di era sekarang.

Varrel menanggapi bahwa kreativitas bisa dipelajari dan dikembangkan lewat pelatihan atau kursus. “Kemampuan dasar yang harus kita punya, di antaranya mempromosikan kemampuan yang dimiliki lewat berbagai aplikasi dan berjejaring,” urainya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)


BACA JUGA