Mewaspadai Peretasan dan Pencurian Data dalam Transaksi Daring

Jumat, 23 Juli 2021 | 15:04 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BONE, GOSULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 Juli 2021 di Bone, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Program kali ini menghadirkan 671 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Financial Analyst Achmad Yaki, Owner UMKM Browcyl Rachmat Almu Arrif, Pegiat Literasi Digital Bagus Wawan Setiawan, dan Influencer Andi Senja Marlia. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Penyiar TV Desmona Chandra. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Achmad Yaki yang membawakan tema “Dompet dan Transaksi Digital”. Ia menyampaikan beberapa tips aman bertransaksi digital. Salah satunya adalah selalu menghilangkan jejak keuangan, terutama saat bertransaksi daring menggunakan kartu kredit.

“Seringkali kita melakukan checklist untuk kalimat ‘menyimpan kartu untuk transaksi’. Mungkin tujuannya untuk kemudahan transaksi selanjutnya di e-dagang, tapi ini akan berbahaya jika sampai akun kita diretas orang,” urainya.

Berikutnya, Rachmat Almu Arrif menyampaikan topik “Etika dan Aturan Transaksi Digital”. Dia mengatakan, ada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat berbisnis daring, di antaranya lambat merespon pertanyaan atau komentar pelanggan.

“Kalau dapat komentar negatif jangan baper karena feedback dari pelanggan itu informasi yang membuat kita lebih baik,” katanya.

Sebagai pemateri ketiga, Andi Senja Marlia membawakan tema “Digital Culture: Transaksi Digital”. Dia mengatakan, transaksi digital kian digemari salah satunya karena konsumen beranggapan bahwa pembayaran non-tunai adalah hal baru yang mengikuti perkembangan zaman.

“Masyarakat memilih transaksi yang lebih praktis dan efisien, apalagi untuk pekerja dan pebisnis yang tidak punya banyak waktu luang,” tuturnya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Bagus Wawan Setiawan menyampaikan tema “Literasi Digital”. Dia menyatakan, berinteraksi digital tidak sepenuhnya aman. Data berbicara, pada Januari-Agustus 2020 saja ada lebih dari 189 juta serangan siber.

“Pencurian data makin marak. Contoh ketika gawai kita rusak lalu diperbaiki di sembarang tempat, itu bisa jadi sumber awal data-data kita dicuri,” ungkapnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiame dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Bagaimana cara mengetahui marketplace yang aman atau jujur?” tanya Sulastia, peserta kegiatan literasi digital.

Achmad Yaki menyarankan konsumen untuk rajin membaca feedback dan review, baik tentang toko daringnya, produknya, maupun komentar dari para pembeli sebelumnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)


BACA JUGA