PT Pelindo IV (Persero) bekerja sama dengan KKP menggelar vaksinasi gratis kepada keluarga karyawan, vendor dan asosiasi di Pelabuhan Makassar (INSA dan ALFI/ILFA) hingga 17 Juli 2021 di Lantai 1 Terminal Penumpang Anging Mammiri Pelabuhan Makassar

Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Makassar Belum Capai 50 Persen

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 15:10 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar melaporkan sejauh ini sudah ada 40,55% warga yang mendapatkan vaksin Covid-19. Sementara total target sebanyak 1.102.330.

Rinciannya, sebanyak 446.974 yang sudah mendapatkan dosis pertama. Lalu untuk dosis kedua sudah mencakup 226.235 warga.

Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani mengatakan tenaga kesehatan dan pelayan publik menjadi prioritas pertama. Di mana cakupannya sudah sangat tinggi, bahkan sudah melampaui target vaksinasi.

Tercatat sebanyak 13.278 atau sebanyak 83,83% dari total target sebanyak 15.840. Sementara dosis kedua juga dianggap sangat memuaskan dengan capaian 11.253 atau sebanyak 71,84%.

“Jadi mereka ini tersebar ada di Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas dan seluruhnya, kemudian Rumah Sakit pemerintah dan swasta itu ada semua,” ujarnya.

Sementara untuk pelayan publik tercatat sudah melampaui target yakni 333.622 atau 273,12% dari target sebanyak 122.151. Demikian juga vaksinasi tahap dua, tercatat mencapai 171,572 atau sebanyak 140,6% dari target. Sisanya yaitu lansia, masyarakat umum dan remaja dilaporkan belum begitu optimal.

Iriani mengatakan khusus vaksinasi tenaga kesehatan juga sudah masuk tahap tiga yaitu vaksinasi Moderna. Meski demikian dirinya tidak mengetahui pasti jumlah yang telah rampung lantaran menjadi kewenangan Provinsi.

Beberapa puskesmas dan RS kata dia sudah mengajukan untuk memvaksin tahap ketiga tenaga kesehatannya. Menurutnya hal ini diberikan berdasarkan permintaan lantaran vaksin moderna berbeda dengan vaksin biasa seperti Sinovac.

“Dia (Sinovac) suhu kamar pun bisa, kalau moderna kan harus minus, kalau tidak salah minus 20. Jadi sudah dicairkan itu tidak boleh lagi dikasi masuk, maksudnya dikasi kembali. Kalau sempat tidak terpakai,” lanjut Iriani.

Sehingga distribusi dan penggunaan vaksin tersebut harus seefisien mungkin, agar vaksin tidak terbuang percuma. Terlebih dosis yang disediakan sangat terbatas.

Di mana Makassar memperoleh jatah vaksin moderna sebanyak 10296 dosis atau sebanyak 735 vial sehingga ada sekitar 5544 nakes yang belum tercover vaksin tahap tiga tersebut.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi Unhas, Ansariadi mengharapkan agar vaksinasi Kota Makassar segera dirampungkan. Sebab, cukup berpengaruh dengan tingkat kematian suatu daerah.

“Untuk daerah yang cakupan vaksinasinya itu cukup tinggi, bisa dipastikan mortality rate atau kematian kerena Covid-19 menurun, sehingga kita minta agar dipercepat vaksinasi,” ujarnya.

Utamanya bagi lansia yang dilaporkan memiliki tingkat kerawanan tertinggi. Selain itu sebagian besar kasus disebabkan oleh klaster rumah tangga.

“Karena tinggi kan kasus rumah tangga, jadi kalangan tua dan juga yang muda juga harus segera divaksin supaya tidak saling tular,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA