Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan saat bersama pengelola Kapal Pinisi di Pantai Losari di Kantor Satpol PP Makassar, Selasa (14/09/2021)/Ist

Wisata Kapal Pinisi di Pantai Losari Dilarang Beroperasi Lima Hari Gegara Abai Prokes

Rabu, 15 September 2021 | 00:04 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kapal Pinisi yang beroperasi di sekitar Pantai Losari Makassar dilarang beroperasi selama lima hari kedepan. Itu menyusul adanya pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang terjadi di atas kapal tersebut beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Satpol PP Makassar, Iqbal Asnan mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada pengelola Kapal Pinisi tersebut. Selain dilarang beroperasi, prokes juga harus dilengkapi.

“Kami larang operasional selama 15 hari. Kami minta mereka untuk huat semacam standar penerapan protkes di kapalnya, kemudian mereka ajukan ke kami,” katanya, Selasa (14/09/2021).

Iqbal menegaskan, pengelola Kapal Pinisi tersebut mesti membuat prokes sebelum beroperasi. Kemudian harus dilaporkan dahulu ke Satgas Raika Makassar.

“Sekian orang yang boleh berdasarkan perhitungan jarak. Begini standarnya apa segala macam, jadi 5 hari dulu. Kita hitung sama-sama kita cari akumulasi sama-sama 5 hari tidak operasi. Kami akan izinkan walaupun lewat 5 hari kalau belum punya standar protkes di atas kapal itu kita juga tidak akan bisa jangan dilaksanakan dulu karena beresiko,” jelasnya.

“Dalam 5 hari besok kita tunggu baru boleh. Apakah sudah memenuhi standar ada handsanitizer apa semua kemudian yang naik itu harus sudah punya sertifikat vaksin, misal sertifikat vaksin pertama apa sebagainya,” lanjut Iqbal.

Mantan Kepala Dishub Makassar ini menjelaskan bahwa larangan beroperasi selama lima hari ini bukanlah sebuah hukuman. Melainkan upaya meminimalisir risiko yang bisa ditimbulkan.

“Tidak usah karena mereka setuju untuk hentikan operrasional dulu selama belum menemukan formulasi yang tepat untuk penerapan protokol kesehatannya. Jadi 5 harilah ke depan kita akan evaluasi,” ungkapnya.

Tak lupa Iqbal memuji pengelola Kapal Pinisi yang kooperatif memenuhi panggilan Satgas Raika. Sehingga koordinasi dan pencegahan bisa segera dilakukan.

“Izin surat panggilannya pagi dilayangkan sudah sholat subuh kita teken, sedangkan dia datang hari ini. Dia juga kooperatif penanggungjawab Pinisi, mungkin juga dari keterangannya saya sampaikan bahwa kondisi ini kan mereka ini untuk lestarikan budaya,” pungkasnya.

Pengelola Kapal Pinisi, Akbar Zulkarnaen mengaku kejadian tersebut akan dijadikan pelajaran kedepan. Itu untuk lebih memperhatikan prokes.

“Memang terjadi kekhilafan pada saat kejadian berita kemarin sehingga memang ini jadi pelajaran buat kami bagaimana bisa lebih sigap dalam menerapkan dan melaksanakan prokes di kapal kami,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan bahwa peristiwa viral itu terjadi Jumat minggu lalu. Di mana kapalnya disewa untuk acara ulang tahun.

“Karena dari tinjauan kemarin itu terjadi tamu selesai makan pada saat hendak pulang, dan juga akhirnya juga karena mendengar lagu spontanistas tejadilah seperti di video,” terangnya.

Kedepan, lanjutnya, pengelola akan menutup sementara layanan Kapal Pinisi itu sembari melengkapi protokol kesehatan yang menjadi saran Satgas Raika.

“Sesuai dengan BAP dari pak kasat bahwa 5 haru ini kita akan cek ulang alat kita. Sekarang sudah ada aplikasi peduli lindungi. Mungkin kita akan terapkan bahwa ketika tamu naik kita kroscek dulu itunya sebagai persyaratan,” tutup Akbar.(*)


BACA JUGA