Kolaborasi Bersama BPBD Makassar, PMI Makassar Gelar Table Top Exercise

Kolaborasi Bersama BPBD Makassar, PMI Makassar Gelar Table Top Exercise

Rabu, 08 Desember 2021 | 12:10 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menggelar kegiatan Table Top Exercise (Gladi Ruang) penanganan darurat banjir Kota Makassar. Kegiatan berlangsung di Hotel Arthama, Selasa (07/08/2021).

Kegiatan ini menghadirkan setiap perwakilan dari berbagi instansi dan organisasi. Mereka yang punya peran dalam penanganan darurat banjir di Makassar.

pt-vale-indonesia

Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia pun mengatakan kegiatan gladi ruang ini bertujuan untuk bagaimana bisa memahami kondisi dan peran masing masing pihak dalam penanganan banjir di Kota Makassar.

“Bencana banjir di Makassar merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dan sinergitas multipihak dalam pencegahan, siapsiaga dan penanggulangan bencana banjir di Makassar,” ucap pria yang akrab disapa Deng Ical ini.

Menurutnya, pada tahun 2016 itu khusus di bidang kesehatan dilakukan survei dan simulasi oleh pemerintah Kota Makassar bersama PMI Makassar yang dibantu oleh singapore health untuk melakukan

assesment. Hasil ahkirnya itu dalam konteks bencana non alam dan medis itu kita punya kapasitas sampai 72 persen, tetapi dari hasil simulasi itu ternyata efektifnya cuman 39 persen.

“Jadi hampir setengahnya dari 72 persen yang ideal, tetapi yang bisa diaktivikasi pada saat bencana itu hanya 39 persen. Apa masalahnya?, ternyata masalah utamanya itu adalah rencana kontinjensi banjir belum ada dan pola kordinasi yang tidak merata,” katanya.

“Tapi saat ini Pemerintah Kota Makassar sudah memiliki rencana kontijensi banjir maka dari itu masalah ini tidak boleh lagi terjadi,” lanjut Deng Ical.

Oleh karena itu, diharapakan dengan kapasitas yang dimiliki bisa terpasang dan diaktivasi dengan baik. Sehingga, bisa meminimalisir dampak banjir yang timbul.

“Masalahnya adalah belumpi kita aktivasi ini dihantam duluan meki banjir. Karena kita mendapat informasi puncak hujan itu ada di tanggal 20 berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, “urainya.

Padahal rencananya dilakukan simulasi lapangan. Namun, karena keburu hujan deras beberapa hari melanda Kota Makassar mengakibatkan banjir.

“Tapi kami bersama BPBD sudah turun untuk mengidentifikasi titik banjir di Makassar, melakukan assesment dan membantu mengevakuasi warga yang terkena dampak banjir,” tutupnya. (*)


BACA JUGA