Anggota Komisi III DPR-RI

Supriansa Minta Tiga Kapolda Turun Tangan Usut Dugaan Perdagangan Ilegal BBM

Senin, 16 Januari 2023 | 14:04 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Maraknya dugaan perdagangan ilegal bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar di Sulawesi Selatan, menjadi perhatian khusus Supriansa. Anggota Komisi III DPR-RI itu sampai meminta tiga Kapolda untuk turun tangan.

Hal itu dikatakannya saat dihubungi via whatsapp, mantan wakil Bupati Soppeng itu bilang, tidak ada alasan untuk membiarkan hal itu terjadi. Olehnya, ia meminta agar Kapolda Sulsel, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah untuk turun langsung membongkar dugaan perdagangan BBM jenis bio solar dan pertalite itu.

pt-vale-indonesia

“Segera bongkar jaringan itu. Tidak ada alasan membiarkan hal seperti itu terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan terjadi di tengah-tengah masyarakat. Karena selain merugikan negara juga berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan tapi hilang di pasaran,” kata Supriansa. Senin (16/1/2023).

Bahkan kata Supriansa, jika dalam dugaan perdagangan ilegal BBM ini terdapat oknum aparat kepolisian yang ikut bermain. Agar ditindak tegas. “Tangkap dan adili. Jangan takut,” tegasnya.

Dugaan perdagangan BBM ilegal ini sendiri, disinyalir didapatkan dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di tiga Provinsi tersebut. Bahkan, sejumlah diantaranya berkedok sebagai petani untuk mendapatkan BBM jenis solar.

BBM tersebut kemudian di kemas kedalam jerigen. Ada juga yang menggunakan mobil yang tangkinya telah dimodifikasi. Seperti minibus, mobil box, truk enam roda bahkan truk model ekspedisi. Jumlahnya pun ditaksir mencapai ton per mobil. Selanjutnya BBM tersebut dibawa ke industri untuk dijual.

Di Kabupaten Maros sendiri. Dugaan perdagangan BBM ilegal sempat heboh lantaran salah satu SPBU digerebek warga. Warga yang melakukan penggerebekan sempat merekam dan menguploadnya ke media sosial.

Terbaru, reskrim polres Sinjai berhasil mengamankan tiga unit truk ekspedisi yang diduga mengangkut BBM jenis solar sebanyak 24 ton.

Truk tersebut diamankan saat melintas diwilayah hukum Polres Sinjai. Kapolres Sinjai AKBP Rahmat Sumekar membenarkan perihal tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Masih diselidiki sat reskrim,” ucapnya.(*)


BACA JUGA