Diskusi yang digelar organisasi sayap Partai Gerindra, Satria, untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (17/10). (Foto: Muhammad Seilessy/GoSulsel.com)

Sambut Sumpah Pemuda, Organisasi Sayap Partai Gerinda Gelar Diskusi

Sabtu, 17 Oktober 2015 | 18:23 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Muhammad Seilessy - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang, organisasi sayap Partai Gerindra Sulsel, Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) menggelar diskusi bertema “Konsep Trisakti Perspektif Sumpah pemuda”, di Seaweed Cafe, Jalan Anggrek Raya, Sabtu (17/10/2015) pukul 15:30 Wita.

Diskusi ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azikin Solthan, Anggota DPRD Sulsel Fraksi Gerindra Yusran Sofyan, dan Akademisi Prof Amran Razak, sebagai pembicara.

Azikin mengatakan, diskusi yang dilakukan oleh organisasi sayap Partai Gerindra ini merupakan bentuk kepedulian Gerindra Sulsel. Mereka menilai, kondisi bangsa saat ini telah kehilangan kemandirian dan kedaulatan baik secara ekonomi, politik, dan budaya.

“Kita berharap semangat Sumpah Pemuda bisa menjadi semangat nasionalisme dalam mengembalikan kedaulatan Indonesia di berbagai sektor,” katanya saat ditemui usai diskusi yang dihadiri oleh anggota dan pengurus Gerindra Sulsel, Makassar, Sabtu (17/10/2015).

Azikin menambahkan, kondisi bangsa saat ini membutuhkan pemimpin yang berani. Menurutnya, untuk kader Partai Gerindra yang berada di DPR selalu mendorong program kedaulatan di berbagai bidang.

Halaman 2

“Hal ini sesuai dengan visi misi bapak Prabowo pada saat mencalonkan diri sebagai presiden lalu,” bebernya kepada GoSulsel.com, Sabtu (17/10).

Menurut Azikin, dengan berbagai macam persoalan, yang menjadi isu nasional, termasuk Pembubaran KPK. Ia mengatakan, salah satu fraksi yang menolak revisi UU KPK itu Gerindra. Alasannya, Indonesia masih butuh KPK karena tingkat korupsi yang meningkat tiap tahun.

“KPK masih kita pertahankan dengan alasan korupsi. Ini merupakan kejahatan kategori extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa,” jelasnya.


BACA JUGA