Syamsu Rizal memberi kuliah umum. (Foto: Yuyun/GoCakrawala).

Deng Ical Perkenalkan Bank Sampah & Lorong Garden dalam APUF-6

Selasa, 20 Oktober 2015 | 21:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Citizen Reporter

Halaman 1

Jakarta, GoSulsel.com – Dalam rangka Asia Pasific Urban forum 6 (APUF-6) yang merupakan kerja sama antara Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, memperkenalkan bank sampah dan juga lorong garden sebagai pengembangan ekonomi lokal di Makassar. Hal itu disampaikannya saat beraksi dalam sesi Institutionalizing Inclusive Local Economic Development APUF-6, Selasa (20/10), di Hotel Fairmount Jakarta.

Pemaparan yang diberikan terkait kedua program pengembangan ekonomi di Makassar itu khususnya bank sampah mendapatkan perhatian khusus dikarenakan mampu jadi solusi. Bukan hanya dari segi perekonomian di Makassar, tapi juga memiliki multi efek, khususnya di bidang sosial.

Dalam panel diskusi terkait bank sampah, Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal–disandingkan bersama Mr Ashekur Rahman dari United Nations Development Programme. Dr Alezander Janchow Erasmus University, Ms Lin Lim Weigo, dan Prof Usha Raghupati National Institute of Urban Affairs, India.

Sementara untuk pembahasan terkait lorong garden, Deng Ical memaparkan bagaimana lorong garden bukan hanya jadi solusi perekonomian bagi berbagai lapisan masyarakat. Tapi juga jadi solusi bagi lingkungan dan jadi ujung tombak dari pengembangan kota hijau di Makassar dengan pemberian stimulan kepada masyarakat melalui LPM.



Halaman 2

“Dalam menjalankan program tersebut, pemerintah kota Makassar menggandeng berbagai pihak seperti PT Unilever, Pertamina, Bank Sulselbar, BRI, maupun dari kalangan aktivis kampus seperti Unhas, UNM, Unismuh, UKIP, dan elemen lainnya karena menyadari tingkat keberhasilan dari program tersebut terletak pada partisipasi masyarakat,” ujar Deng Ical.

Dalam panel kali ini, Deng Ical disandingkan bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta, Sri Indah Wibi, Bappenas Zainal Arifin, dan Senior Researcher Fiskal Policy Agency, Mahpud Sujai.

Reporter: Mimi


BACA JUGA