SPBU

Pemprov Akui Sulit Turunkan Tarif Angkot, Meski Harga BBM Turun

Rabu, 06 Januari 2016 | 17:25 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com-Sekertaris Daerah Sulsel, Abdul Latief mengatakan, penurunan tarif angkutan belum bisa ditentukan. Penetapan tarif angkutan darat di Sulsel akan menunggu petunjuk teknis (Juknis) pemerintah pusat dan pembahasan dengan Organda daerah.

“Ini agak susah, karena penurunannya juga hanya sedikit. Harusnya ada aturan terkait batasan toleransi kenaikan dan penurunan BBM, yang harus diikuti dengan perubahan tarif angkutan,” ucap Latief, di ruang kerjanya, .

Namun demikian, Abdul Latif menilai menaikan dan menurunkan tarif angkutan umun merupakan pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan di daerah. Penetapan tarif angkutan umum selalu mengalami proses panjang antara pemerintah daerah dan pihak Organda. Sebab ada banyak variabel yang perlu dihitung.

Sebelumnya, Pertamina juga lebih dulu mengumumkan penurunan bahan bakar minyak non subsidi Pertamax dan Pertalite. Penurunan masing-masing Rp 200 dan Rp250. Harga pertalite dari Rp 8.200 per liter mwnjadi Rp 7.950 per liter. Sementara Pertamax dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.450.



Selain itu, BBM subsidi Premium dan Solar juga turun masing-masing Rp 350 dan Rp 1000. Premium turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 dan Solar turun Rp 6.700 menjadi Rp 5.650. (*)


BACA JUGA