Gafatar, Pelabuhan Soekarno Hatta, KM Bukit Siguntang
#

Danny Pomanto Minta Pendidikan & Kesehatan Eks Pengikut Gafatar Diperhatikan

Kamis, 28 Januari 2016 | 15:53 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Syafruddin - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar,GoSulsel.com – Wali Kota Makassar,Moh Ramdhan Pomanto mengaku telah mengintruksikan Kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan penanganan terhadap 181 warga Kota Makassar pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan melalui Pelabuhan Soekarno Hatta, Rabu (27/1/2016) malam.

“Saya minta persolan politiknya ditangani Kesbangpol, mengidentifikasi siapa orangnya, siapa keluarganya dan bagaimana kondisinya. Sementara persolan sosial ditangani dinas kesehatan, cek kondisi kesehatannya dan cek pendidikanya karena saya dengar anak mereka sudah tidak bersekolah lagi,” ucap Danny,
sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto, saat ditemui di gedung DPRD Kota Makassar, Kamis(28/01/2016)

Danny menilai,kepulangan 181 warga kota Makassar pengikut Gafatar tersebut menimbulkan dua pokok persoalan,yakni menyangkut persoalan poltik,ideologi, agama dan masalah pokok adalah persolan sosial. Sebab kata Danny, berdasarkan hasil laporan yang Ia terima bahwa para pengikut Gafatar itu betul betul sudah tidak mengetahui keberadaan keluarganya.

Oleh karenanya, pemerintah kota akan meminta bantuan para ulama dan semua yang terkait untuk dilakukan pemulihan mental.



“Sebab kita tidak ingin mereka itu dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Danny menjelaskan, dalam proses pemulihan itu,pemerintah kota menginstruksikan agar para pengikut Gafatar ditempatkan disatu lokasi yakni Asrama Haji Sudiang. Yang kemudian akan diidentifikasi satu persatu yang mana yang punya keluarga dan yang mana yang tidak.

Halaman 2

“Kita targetkan satu Minggu sudah selesai dan semuanya sudah rampung. Kita akan meminta agar mereka di training terlebih dahulu dan diradikalisasi karena mereka itu otaknya sudah dicuci sehingga harus dikembalikan secara normal, lalu kemudian kita pulangkan kekeluarganya masing masing,” tuturnya.(*)


BACA JUGA