TWKM ke-28 Mapala Se-Indonesia Pilih Enrekang Sebagai Lokasi Kenal Medan

Senin, 16 Mei 2016 | 20:13 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Citizen Reporter

Makassar, GoSulsel.com – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMI Makassar terpilih sebagai tuan rumah Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM), ini merupakan kegiatan nasional tingkat universitas baik negeri maupun swasta di Indonesia. Sebelumya Mapala UMI pernah di percayakan sebagai tuan rumah TWKM ke-22 tahun 2002 silam.

Senin (16/5/2106) panitia TWKM ke-28 kembali melakukan rapat pembentukan tim audience Kenal Medan (KM) ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan, terpilihnya anggota tim audience merupakan orang-orang yang akan bertanggung jawab perihal kerjasama yang akan di sepakati bersama dengan penanggung jawab dalam hal ini pemerintah daerah yang terpilih. Kesepakatan audience ke tiga setelah terpilihnya Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Luwu Utara yang menyambut dengan baik panitia TWKM ke-28, yaitu terpilihnya Kabupaten Enrekang sebagai lokasi Kenal Medan (KM) audience mendatang.

Kabupaten Enrekang termasuk kabupaten yang memiliki kawasan wisata alam yang cukup menarik. Adapun hasil keputusan yang diperoleh setelah merundingkan kawasan wisata ini yaitu terpilihnya Desa Bone-Bone yang terletak di lereng Gunung Latimojong di ketinggian 1.500 Mdpl, kampung ini di huni kurang lebih 801 jiwa yang menempati rumah-rumah panggung, luas desa sekitar 800 hektar, kampung Bone-Bone termasuk ke dalam wilayah Desa Bone-Bone (setelah di pecah dari Desa Pepandingan) Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

“Kita tahu bahwa Desa Bone-Bone yang terletak di Kabupaten Enrekang adalah salah satu desa yang patut kita contoh karena desa menerapkan larangan untuk tidak merokok, adapun alasan kami mengangkat Desa Bone-Bone sebagai Lokasi Kenal Medan (KM) ke-28 agar terciptanya kesadaran bahaya asap rokok kepada seluruh teman-teman pecinta alam yang akan ikut berpartisipasi di kegiatan ini,” tutur Arly Parenrengi sebagai Wakil Ketua panitia TWKM ke-28.

Arly Parenrengi yang juga sebagai penduduk asli kota Enrekang juga menuturkan bahwa dirinya berharap agar Desa Bone-Bone, Kecamatan Baraka, di Kabupaten Enrekang bisa masuk MURI bahkan patut masuk museum Rekor Dunia, betapa tidaknya mungkin inilah desa pertama di dunia yang menyatakan diri sebagai kawasan bebas rokok. (*)

Cityzen Report: Nunung Haerani, RBH, Panitia Publikasi dan Dokumentasi TWKM 28


BACA JUGA