(FOTO: Ritual Maccera Tappareng sebagai bentuk ucapan syukur masyarakat pada hasil alam yang diperoleh dari Danau Tempe/Sabtu, 30 Juli 2016/Muhammad Yusuf/GoSulsel.com)

Maccera Tappareng, Persembahan Kepala Kerbau untuk ‘Penghuni’ Danau Tempe

Sabtu, 30 Juli 2016 | 16:03 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Yusuf Muhammad - Go Cakrawala

Soppeng, Gosulsel.com — Karena luasnya, Danau Tempe bukan hanya berada di Kabupaten Wajo, tapi juga bersisian dengan Kabupaten Sidrap dan Soppeng. Namun, masyarakat yang kerap bersentuhan dengan Danau Tempe percaya pada satu hal yang sama, Danau Tempe ‘dihuni’ oleh entitas yang tak kasat mata.

Di perkampungan nelayan yang berada di pinggir Danau Tempe, Kampung Salomate, Dusun Lajarella, Kelurahan Limpomajang, Marioriawa, Soppeng, menggelar Maccera Tappareng. Ritual adat masyarakat yang berada di sekitar Danau Tempe ini digelar sebagai bentuk penghormatan ‘penghuni’ danau terbesar di Sulawesi Selatan ini.

Tiap tahun, masyarakat mengadakan Maccera Tappareng dengan menyembelih seekor kerbau hitam, kemudian melarung kepala kerbau itu hingga lenyap di dasar Danau Tempe.

Sabtu, (30/7), keramaian tampak di perkampungan nelayan. Warga tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantar kepala kerbau ke tengah Rumah Terapung.

Haji Sau, tokoh nelayan Danau Tempe di Soppeng berujar bahwa ritual tersebut merupakan adat warga nelayan yang berada di sekitar Tappareng (danau).

“Sebentar lagi kita turunkan kepala kerbau sebagai simbol adat istiadat tappareng,” ucap Haji Sau pada GoSulsel.com.(*)

FOTO-FOTO ritual Maccera Tappareng di Soppeng:

Halaman:

BACA JUGA