FOTO: Bupati Wajo, Amran Mahmud memperharikan hasil kerajinan yang terbuat dari tanaman eceng gonok Danau Tempe, Wajo/Minggu, 29 Desember 2019/Ist
#

Eceng Gondok Danau Tempe Wajo Kini Bernilai Ekonomi

Senin, 30 Desember 2019 | 06:15 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

WAJO, GOSULSEL.COM – BPDAS Jenneberang Saddang tahun 2019 menyerahkan bantuan peralatan sarana dan prasarana pengelolaan aceng gondok Danau Tempe Kabupaten Wajo di Kelurahan Salomenraleng, Minggu (29/12/2019).

Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud. Bantuan ini merupakan tindaklanjut dari pengelolaan Danau Tempe. Dimana Danau Tempe merupakan perioritas nomor satu untuk produksi ecemg gondok di Indonesia. Diharapkan tanaman eceng gondok bisa bernilai ekonomi dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Selain bibit, beberapa bantuan diantaranya adalah perahu, motor gandeng dan alat pengolahan eceng gondok. Selain itu pengelola dan petani eceng gondok akan diberikan bimbingan tekhnis penggunan alat pengolah eceng gondok.

Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, melalui bantun tersebut diharap mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Termasuk hari ini komitmen Pemerintah untuk bagaimana memanfaatkan potensi Danau Tempe yang sudah menjadi prioritas nasional dari 15 danau yang ada di Indonesia,” kata Amran.

Dia bercerita, saat masih menjabat sebagai wakil bupati, dirinya pernah mengikuti konferensi danau. Saat itu sebanyak 11 menteri bertanda tangan dan berkomitmen menyelamatkan dan mendorong pemanfaatan Danau Tempe.

“Alhamdulillah komitmen pemerintah dalam berbagai upaya bagaimana penyelamatan dengan melakukan revitalisasi. Ada pengerukan, ada pembangunan pulau-pulau, sehingga kita berharap kedepan semua yang menjadi aset daerah kita bisa memanfaatkan dengan baik,” kata Amran.

Dia mengatakan, masyarakat eceng gondok bisa bernilai ekonomi dengan bernagai cara pengolaan. Diantaranya, kata dia, bisa dirubah menjadi pupuk, diolah menjadi berbagai kerajinan seperti tas, tempat tisu, taplak meja, sandal hotel.

“Jadi tidak ada yang terbuang percuma, yang selama ini hanya menjadi musibah buat masyarakat saat luapan air, dimana eceng gondok ini menjadi problematika besar buat masyarakat sekitar. Olehnya itu Pemerintah Daerah Wajo sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BPDAS Jeneberang yang telah memberi perhatian,” ungkap Amran.(*)


BACA JUGA