(FOTO: Himpunan aktifis mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Makassar/Sabtu, 27 Agustus 2016/Muhammad Fardi/GoSulsel.com)

Himpunan Aktifis Mahasiswa Tuntut Polisi Penembak Warga Jeneponto Dipecat

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 21:19 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Sulsel melakukan aksi unjuk rasa di persimpangan Jl AP. pettarani – Jln Sultan Alauddin Makassar, sekitar pukul 15.00 sore tadi, Minggu (27/8/2016).

Aksi unjuk rasa yang dipimpin Jendral Lapangan, Anwar Ta’le yang juga merupakan Sekretaris Jendral HAM Sulsel mengecam pelaku penembakan yang diduga dilakukan oknum Kepolisian terhadap salah satu warga Jeneponto, Andi Burhan.

“Tindakan yang begitu memalukan dan mencoreng nama baik kepolisian kembali terjadi di daerah Jeneponto, kali ini di lakukan oleh Kasat Narkoba Polres Jeneponto, AKP Arivalianto yang diduga melakukan penembakan terhadap Andi Burhan Karaeng Tengang,” teriak Anwar dalam orasinya.

Anwar menambahkan, peristiwa tersebut merupakan catatan buruk institusi Kepolisian. “Penembakan terhadap salah satu Panitera di Pengadilan Negeri Jeneponto, itu telah menambah catatan buruk Polri,” tegasnya.



Senada dengan Anwar, Ketua Umum HAM Sulsel, Ismail Radjab menuding, kekerasan kemanusiaan yang dilakukan oleh oknum Kepolsian semakin marak terjadi si Sulsel.

“Kasus bidan Harmawati yang di bunuh dengan tragis oleh oknum Polisi belum hilang dalam ingatan, kini kasus kekerasan kembali terulang yang di lakukan Kasat Narkoba Polres Jeneponto,” terangnya.

Iapun mengecam Kapolri, Tito Karnavian untuk menghapus nama oknum polisi yang terlibat dalam kekerasan kemanusiaan.

“Maka dalam aksi ini kami menuntut kepada Kapolri agar menghapus, memecat nama Polisi di tubuh Polri yang terlibat kekerasan kemanusiaan, dan meminta agar seluruh kasus kekerasan di sul-sel di usut tuntas,” kecamnya.(*)


BACA JUGA