(FOTO: Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Exploitasi KPP-PA, Rini Handayani, SE, MM/Rabu, 21 September 2016/Aries Taoemesa/GoSulsel.com)

Makassar dan Bantaeng Jadi Percontohan Kota Layak Anak di Sulsel

Rabu, 21 September 2016 | 18:18 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Aris Taoemesa - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Makassar dan Bantaeng menjadi daerah percontohan untuk kabupaten/Kota Laya Anak (KLA).┬áHal ini diungkapkan oleh Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Exploitasi KPP-PA, Rini Handayani, SE, MM, yang mengatakan bahwa Makassar dan Bantaeng sudah memasuki tahap 3 di bawah penghargaan tertinggi untuk kota layak anak.

“Kalau tidak salah di makassar dan bantaeng masih pratama masih ada dua di atasnya kalau yang urutan dua itu ada tiga kota tapi belum masuk Makassar. Kita tidak mengejar penghargaan tapi bentuk nyata yang dilakukan aparat pemerintah,” kata Rini.

Rini mengatakan bahwa meskipun masih ada kasus kekerasan yang terjadi, namun Makassar terus memperbaiki pencanangannya dan terus menumbuhkan inovasi yang baik untuk program KLA bersama dengan Bantaeng.

“Pelatihan untuk pembentukan kelompok Perlindungan anak berbasis masyarakat itu kita ikutkan 7 orang untuk masing-masing kabupaten Bantaeng dan kota Makassar serta 20 untuk masing-masing desa dan kelurahan dan sudah ada 20 orang yang sudah si SK kan,” ujarnya.

“Di negara kita tidak ada yang zero. Fenomena yang terjadi di Kota Makassar adalah kasus yang kita harus beri banyak perhatian karena banyak kasus dan mungkin sepertinya KLA nya tidak jalan tapi ini peran serta dari media masyarakat untuk menciptakan kota layak anak juga, seperti media ┬áramah anak itu bagus, supaya bukan hanya soal kasus kekerasan juga yang diberitakan namun sosialisasi pencanangan KLA ke Masyarakat” terang Rini.

Rini melanjutkan bahwa beberapa program Makassar sebagai pencanang kota layak anak sudah memiliki inovasi yang tinggi untuk menanggulanginya.

“Bersama lindungi anak (berlian) kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan dilihat-lihat tapi butu inovasi dan Makassar sudah mulai meminimalis tidak ada pekerja anak, Perda yang cukup masiv model-model yang ditingkatkan sudah banyak yang bagus dan ini masih perlu keeroyokan bersama untuk mencapai tujuan tersebut” pungkasnya.(*)


BACA JUGA