Sejak BRT & Taksi Online Beroperasi di Makassar, Penghasilan Sopir Turun

Senin, 06 Februari 2017 | 15:15 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Ratusan sopir pete-pete se-Kota Makassar melakukan aksi unjuk rasa di 4 titik yakni Balaikota Makassar, Fly Over Makassar, Kantor DPRD Sulsel dan Kantor DPRD Makassar, Senin (6/2/2017).

Mereka menolak adanya Taksi online, Smart Pete-pete Makassar dan Bus Rapid Transite (BRT) serta kenaikan iuran STNK dan BPKB kendaraan.

Salah seorang sopir pete-pete jalur Sentral Makassar-Minasaupa, Basri mengatakan setelah angkutan online dan BRT beroprasi di Makassar, penghasilanya berkurang hingga 50 persen dari biasanya.

“Dulu biasanya kita bisaji dapat Rp300.000 per hari, sekarang untung baik kalau sampai Rp150.000 perhari. Setelah taksiĀ  online dan BRT ada maksimal sekalimi itu kalau Rp150.000,” kata Basri kepada GoSulsel.com diantara kerumunan massa.

Dia mengungkapkan kerap mengalami kekurangan karena dia yang hanya merupakan sopir jurangan pete-pete ini mengaku harus menyetor Rp 100.000 perhari. Namun, akhir-akhir ini setorannya dia kurangi lantaran tidak bisa mencapai target.

Halaman:

BACA JUGA