Hari Sucahman, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Maros

Hari Surachman, Putra Prajurit Kopassus Jadi Kasi Intel Termuda di Sulsel

Minggu, 16 April 2017 | 01:50 Wita - Editor: Syamsuddin -

Maros, Gosulsel.com“15 Januari 2016, Mantan Bupati Tana Toraja, Johannes Amping Situru ditangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Amping merupakan terpidana kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan anggaran APBD Toraja Tahun 2000-2002 senilai Rp. 3,9 Miliar yang dianggap menguntungkan orang lain”.

“22 Februari 2016, Kadis Perikanan dan Kelautan Kab. Selayar Tahun 2008, Syarifuddin Tonnek ditangkap dirumahnya di Maros karena korupsi dalam pengadaan 15 unit kapal yang merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah”.

“23 November 2016, Salahuddin Alam, terpidana yang kabur selama 12 Tahun ditangkap diJakarta karena korupsi tidak menyalurkan bantuan KUT sehingga merugikan keuangan negara senilai Rp3,5 miliar dengan menguntungkan diri sendiri dan orang lain”.

“10 Maret 2017, Mantan Wakil Ketua DPRD Maros, terpidana Korupsi akibat merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah saat menjabat Ketua Komite SDN Unggulan Kab. Maros Tahun 2010, melalui pendekatan persuasif ke penasehat hukum dan keluarga berhasil dieksekusi dengan cara terpidana datang menyerahkan diri ke Kejari Maros dan selanjutnya dieksekusi di Lapas Maros untuk menjalani hukumannya”.

Ada catatan menarik dari peristiwa diatas, bahwa Nama Hari Surachman menjadi perhatian. Pasalnya, ia turun langsung memimpin Operasi tersebut.

Satu tahun tiga bulan menjabat, selain catatan kinerja tersebut, sederetan upaya pencegahan korupsi melalui TP4D mengawal proyek strategis nasional, Pemerintah Daerah, sampai mengawal Dana Desa ratusan miliar, serta pengungkapan beberapa kasus korupsi di Maros menjadi pembuktian Hari Surachman sebagai aparat penegak hukum pemberantas korupsi.

Mungkin sebagian orang mengenal sosok Hari Surachman sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros, yang sukses. Namun, tak banyak yang tahu perjalanan hidup beliau.

Hari Surachman lahir di Makassar pada tanggal 31 Januari 1986. Ia merupakan putra sulung dari pasangan H Halir dengan Hj Sitti Nurani. Ayahnya seorang prajurit Kopassus berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) di Kariango Maros, sementara sang Ibu berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Meski lahir di Makassar, pria berusia 31 tahun ini tumbuh dewasa di Asrama TNI Kariango Maros. Hari Surachman dibesarkan dalam keluarga yang sederhana dan tinggal bersama dengan dua saudaranya yang lain.

Hari kecil bersekolah di SD Inpres Kariango Maros pada Tahun 1991. Kemudian, melanjutkan sekolahnya di SMP 1 Maros Tahun 1997, lalu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMU Negeri 1 Maros pada Tahun 2000.

Ia lalu melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Tahun 2004. Dan, mengambil Strata Dua Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan lulus pada Tahun 2011.

Tak pernah terpikir dibenak Hari Surachman menjadi seorang penegak hukum seperti saat ini. Awalnya, ia bercita cita menjadi dokter. Ia sempat mendaftar di Fakultas Kedokteran di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Makassar, namun gagal.

Ia lalu memilih mendaftar di Fakultas Hukum. Sadar akan perekonomian keluarga sulit untuk biaya kuliahnya, Hari Surachman berinisiatif mencari pekerjaan.

Ia pun bekerja sebagai staf honor sekaligus Oficce Boy (OB) di Kejari Maros. Selain Itu, ia juga berjualan ayam di Pasar Terong Makassar.

“Masih teringat pergi kuliah naik pete-pete atau pinjam motor butut Bapakku. Uang dikantong pas-pasan bahkan tidak cukup untuk jajan, sampai sampai mau bayar iuran kuliah harus kredit koperasi kantor,” kenangnya.

Keberuntungan berpihak padanya, ditahun 2004 Pemerintah membuka pendaftaran penerimaan PNS. Ia pun mendaftar, ikut tes dan diterima.

Statusnya sebagai pegawai honor terangkat. Ia menjadi staf Pidana Umum Kejari Maros ditahun 2005. Lalu, pindah jadi staf Pidana Khusus di Kejari setempat Tahun 2006. Tahun 2010, ia dipindahkan lagi kebagian staf Intelijen setempat.

Lulus Strata dua, Hari Surachman diangkat menjadi Jaksa Fungsional Intelijen Kejari Maros Tahun 2012. Penuh semangat dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya, ia pun diangkat menjadi Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros.(*)


BACA JUGA