Idris Manggabarani, IMB Group
Idris Manggabarani (tengah) usai memotong kue ulang tahun pada perayaan usia ke-22 IMB Group, Rabu (27/01/2016) di Four Points By Sheraton. (Foto: Iskandar Achmad/GoSulsel.com)

3 Tantangan Idris Manggabarani Pimpin Gerindra Sulsel

Selasa, 18 April 2017 | 21:00 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar,GoSulsel.com – Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto menilai, ada tiga tantangan Idris Manggabarani (IMB) pasca sah memengang kendali tongkat kepemimpinan DPD Gerindra Sulsel.

“Pertama tantangan di depan mata yaitu soliditas internal dan solidaritas baru. Persoalan yang di hadapi IMB selaku ketua DPD adalah membangun dan merekatkan kembali soliditas internal dan solidaritas baru di Gerindra,” kata Andi Luhur Priyanto saat dikonfirmasi GoSulsel.com, Selasa (18/4/2017).

Dia mengatakan, sebagai bagian dari Faksi internal yang berkonflik dengan Faksi lainnya, maka tentu dibutuhkan pendekatan khusus untuk merangkul Faksi lain, demi lahirnya sebuah soliditas internal dan solidaritas baru.

“Kalau ini gagal dilakukan, maka potensi migrasi atau pelarian kader sangat mungkin terjadi. Ujian juga atas loyalitas kader pada keputusan ketua Umum,” urainya.

kedua, lanjut luhur, konsoldasi organisasi. Partai Gerindra memiliki budaya organisasi yang berbeda dengan partai lain, partai berlambang kepala garuda ini, dinilai Luhur, terbiasa di kelola dengan model komando dan sentralistik.

“Konsolidasi organisasi dari kepemimpinan IMB, akan memastikan bahwa infrastruktur partai di semua tingkatan, bergerak mengikuti aransemen dan instruksi pimpinan pusat,” ucap Andi Luhur Priyanto.

Sementara untuk yang ke tiga. komitmen pada target Pemilu 2019. “Kepemimpinan IMB akan menjadikan Momen kontestasi elektoral Pilkada 2018, sebagai sasaran antara menuju pertarungan sesungguhnya, yakni Pileg dan Pilpres 2019,” kata Luhur.

Dia menilai bahwa, dengan target utama memenangkan Prabowo di Pilpres. Buah dari soliditas internal dan solidaritas baru serta konsolidasi organisasi bisa terukur untuk kerja – kerja pemenangan di Pemilu dan Pilpres Serentak 2019.(*)


BACA JUGA