tepatnya di dusun Marana, Desa Marannu, Kecamatan Lau Kabupaten Maros/Yusuf Muhammad/Gosulsel.com

Menelusuri Keheningan Hutan Bakau Desa Marannu Maros

Kamis, 19 Oktober 2017 | 05:45 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, Gosulsel.com – Terletak di sebelah barat bibir pantai, tepatnya di dusun Marana, Desa Marannu, Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Terdapat sebuah habitat hutan mangrove yang membentang sepanjang  3.500 meter  laksana tembok penghalang derasnya gelombang laut yang sewaktu-waktu menerjang daratan.

Hutan mangrove ini juga  membentang  menelusuri  jalur sungai  Marana  hingga puluhan kilometer, membelah hamparan ratusan hektar empang milik warga Desa Marannu. Selain sebagai penghalang gelombang laut dalam mencegah terjadinya abrasi, hutan bakau ini juga menjadi habitat berbagai spesies biota pesisir seperti burung camar, bangau, kepiting, biawak, dan mahluk hidup lainnya.

pt-vale-indonesia

Aneka ragam biota di tempat ini senantiasa terjaga di antara rerimbunan pohon bakau yang tumbuh subur sepanjang tahun. Bahkan kesejukan akan sangat terasa saat menelusuri bentangan sungai ini dengan  perahu jolloro hingga menemukan spot-spot untuk beristirahat atau memancing.

Bahkan kehadiran tambak warga yang ada disepanjang jalur sungai, seakan menjadi warna tersendiri yang berpotensi untuk menjadi kawasan kuliner bagi pengunjung usai menyusuri labirin hutan mangrove di sungai marana.

Dengan potensi wisata yang begitu menjanjikan dalam perpaduan bentangan hutan bakau dan ratusan hektar tambak ikan bandeng di desa ini. Menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa setempat dan perangkatnya saat melakukan pengkajian dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa).

“Sekarang ini kami sedang melakukan pengkajian keadaan desa dan mencoba membuat rancangan pengelolaan ekowisata desa berbasis hutan manggrove dan bandeng, dan kedepan kami akan membangun spot spot wisata berupa cafe atau rumah makan, tempat-tempat peristirahatan dan fasilitas penunjang lainnya seperti perahu jolloro, dermaga- dermaga persinggahan dan lain-lain yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes Marannu),” ungkap H. Syamsuddin selaku Kepala Desa Marannu, Rabu (18/10/2017).

tepatnya di dusun Marana, Desa Marannu, Kecamatan Lau Kabupaten Maros/Yusuf Muhammad/Gosulsel.com

Lebih lanjut Syamsuddin menjelaskan, setiap hari minggu terdapat ratusan pengunjung yang mendatangi kawasan ini  untuk berlibur. Baik dalam mengisi waktu senggang untuk menyalurkan hobi memancing ikan, atau sekedar membuat acara bakar-bakar ikan bandeng bersama keluarga.

“Mereka datang dari sekitaran kota Maros bahkan Makassar,” bebernya.

 

Halaman: