Logo Tut Wuri Handayani

Lakukan Mutasi, Kantor & Rumah None Diserbu Guru

Jumat, 12 Januari 2018 | 15:36 Wita - Editor: Baharuddin -

Makassar,Gosulsel.com – Diam-diam Dinas Pendidikan (Diknas) Sulsel mulai melakukan mutasi guru SMA dan SMK. Proses ini mulai berlangsung sejak awal tahun ini di beberapa kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan surat keputusan (SK) mutasi dikeluarkan secara bertahap. Khusus di Makassar, mutasi ini sudah dilakukan di beberapa sekolah.

“Kita lakukan secara bertahap, ini untuk menghindari kegaduhan jika lakukan secara besar-besaran. Paling banyak satu SK itu sekitar 6 orang,” kata Irman saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at 12 Januari.

None panggilan akrab Irman YL menyebutkan proses mutasi lebih banya dilakukan dari guru yang berpindah dari kota ke pedesaan. Hampir 60 persen guru yang dimutasi dipindahkan dari kota kabupaten ke kecamatan-kecamatan.



Mutasi ini menurut None memang tak semuanya mendapat persetujuan. Bahkan dari beberapa yang dimutasi memprotes keputusan tersebut. Mulai dari menghadap langsung atau melalui perwakilan keluarga dan kenalan mereka.

“Hampir setiap hari ada yang datang di kantor dan di rumah memprotes penempatan mereka. Padahal mereka itu ASN, harus bersedia di tempatkan di mana saja. Jadi terima atau tidak harus mau,” tegasnya.

Proses mutasi ini akan terus dilakukan sampai setelah pelaksanaan Ujian Nasional. Sesuai data kebutuhan guru (DKG) masih ada kekurangan 636 guru. Kekurangan ini berada di Kabupaten Bone, Gowa, Jeneponto. LuwuTimur, Luwu Utara dan Pinrang. Disdik sendiri memberikan prioritas kepada guru yang masih bujang atau belum menikah untuk dimutasi. Sementara yang akan memasuki masa pensiun tak akan masuk dalam daftar.(*)

 


BACA JUGA