Kunjungi Disdik Sulsel, Ini Harapan Sekjend Kemendikbud

Selasa, 20 Februari 2018 | 21:15 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar,Gosulsel.com – Dinas Pendidikan (Diknas) Sulsel kembali kehadiran tamu dari pejabat pemerintah pusat. Kali ini giliran Sekjen Kemendikbud RI Didik Suhardi PhD yang bertamu, Selasa (20 Februari 2018).

Kunjungan Sekjen ini hanya berselang enam hari setelah kunjungan dadakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Rabu (14 Februari 2018) tengah malam.

Didik beserta rombongan disambut langsung Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo dan jajarannya dan langsung berkunjung di Command Centre “JK e-Panrita” di lantai 2 Kantor Disdik Sulsel.

Setelah beberapa saat menerima penjelasan mengenai aplikasi e-Panrita, Irman dan Didik dengan didampingi Kepala LPMP Halim Muharram menggelar video conference (vicon) dengan kepala sekolah-kepala sekolah dua daerah yakni Selayar dan Luwu Timur.

Kepada kepala sekolah dari dua daerah tersebut, Didik berpesan agar penyelenggara Ujian Nasional (UN) betul-betul menjaga integritas penyelenggaraan UN. Karena itu pula, katanya, pelaksanaan UN diharapkan semua sekolah menerapkan sistem berbasis komputer (ujian nasional berbasis komputer).

“Bapak/Ibu, saya sampaikan bahwa ujian berbasis komputer itu kami genjot supaya integritas pelaksanaannya lebih bagus. Tidak ada lagi kecurangan. Prinsipnya prestasi itu penting tapi jujur itu pasti,” pesan Didik.

Usai kunjungan ke Command Centre e-Panrita, Didik menuju ke Gedung Guru Jusuf Kalla di sisi barat Kantor Disdik  untuk memberikan ceramah umum di hadapan kepala sekolah, perwakilan guru, pegawai Disdik Sulsel, dan pengawas. Didik menyampaikan ceramah kurang lebih 40 menit dengan penekanan pada pentingnya peran guru untuk kesuksesan pendidikan di Indonesia.

“Tumpuan masa depan bangsa itu ada di pendidikan. Dan ujung tombak pendidikan berkualitas ada di bapak-ibu guru, kepala sekolah dan para pengawas,” kata Didik saat menyampaikan sambutan.

Didik juga memberikan kesempatan kepada para guru, kasek dan pengawas untuk berinteraksi (tanya jawab) dengan hadirin yang memadati gedung yang diresmikan Wapres RI Jusuf Kalla tahun lalu itu. (*)


BACA JUGA