Kampung KB di Bili-bili Terpilih Studi Komparasi dan Komparatif BKKBN Provinsi Se-Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018 | 21:35 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com — Desa Bili-bili Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pantas berbangga diri. Pasalnya, Desa Bili-bili terpilih sebagai daerah yang dikunjungi oleh peserta Konsolidasi Bidang (Kobid) Program Lingkup Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi se-Indonesia.

Tak hanya itu, citra sebagai Centre Of Exelent (pusat percontohan) ini pun di sandang Kabupaten Gowa berkat Kampung KB ini.

Rombongan Kabid yang dipimpin oleh Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk, Benyamin Benu ini disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Gowa, H Muchlis tepatnya di Dusun Sarite’ne.

Kunjungan rombongan Kobid ke Desa Bili-bili ini kata Benyamin Benu, dimaksudkan sebagai proses pembelajaran. Selain itu, juga kunjungan ini diselenggarakan oleh Kobid program Kependudukan dan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang diperuntukkan bagi pejabat Administratir BKKBN Pusat dan Provinsi 2018.

“Kehadiran kami disini sebuah proses pembelajaran, yang menetapkan kampung KB Desa Bili-Bli sebagai lokus kami belajar dalam kerangka studi komparasi dan studi evaluatif,” jelasnya.

Dimana komparatif maksudnya Benyamin beserta rombongan membandingkan penataan dan pembangunan di Kampung KB Dusun Sarite’ne dengan penataan yang ada di kampung KB di provinsi masing-masing.

Sementara Secara Evaluatif, Benyamin menjelaskan untuk memperoleh input BKKBN Provinsi yang bersifat evaluatif sebagai bentuk penyempurnaan kampung KB.

Sementara itu, H Muchlis bersyukur dengan adanya program ini, karena sangat cocok dengan

Dikesempatan yang sama H Muchlis menyampaikan ucapan selamat datang di Kampung KB Biringje’ne desa Bili-bili.

Kampung KB ini merupakan salah satu dari 19 kampung KB di 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa yang integrasinya cukup baik.

Pemerintah Gowa sangat bersyukur dengan adanya program ini karena sangat cocok dan seiring dengan apa yang menjadi program perencanaan Kabupaten Gowa dalam 10 tahun terakhir hingga periode sekarang.

“Jadi kalau KB itu di jajaran pusat yang jadi centre of exellentnya adalah program pemberdayaan, maka kita di level Kabupaten adalah Kampung KB,” jelasnya.

Menurutnya, Desa Bili-bili ini dulunya termasuk kampung yang paling rendah gradenya, yang kemudian dipilih berkat besarnya tingkat prasejahterahnya.

Alhasil, hanya dalam kurun waktu yang tak begitu lama, warga Desa Bili bili mulai tergerak hatinya dan sadar akan apa yang menjadi problemnya.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Bili-bili karena dengan adanya program Kampung KB, tingkat kesejahteraan masyarakat terlihat cukup signifikan, karena mereka sudah mengetahui potensi yang ada di desanya, tidak hanya itu saja, mereka membuat kelompok usaha industri rumahan, pariwisata air yang juga telah mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak Bank yang ada di Kabupaten Gowa,” ungkap H Muchlis dihadapan para peserta studi Komparasi dan evaluatif ini.

Tak hanya itu, Rumah Data pun tak luput dari terobosan mereka. Hal ini membukyikan bahwa sebuah perencanaan tentu harus didukung dengan database yang terstruktur.

Sebagai Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sofyan Daud bangga karena Gowa kerap kali menjadi perhatian dari pemerinta pusat.

“Gowa konsen dengan kampung KB, dengan program-programnya tidak sekadar menyukseskan program KB namun sekaligus meningkatkan beragam aspek kehidupan ekonomi masyarakatnya,” kata Sofyan. (*)


BACA JUGA