Aparat Bimmas Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Gowa melakukan pemeriksaan alat suhu tubuh di Posko Siaga Corona, Senin, 13 April malam.

Terapkan PSBK, Pemdes Bili-Bili Bentuk Tiga Posko Siaga Corona

Selasa, 14 April 2020 | 14:33 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM– Pembatasan Sosial Skala Kecil (PSBK) di Kabupaten Gowa telah memasuki hari kelima. Sebanyak 121 desa yang menerapkan PSBK semuanya sudah membentuk Posko Siaga Corona.

Termasuk Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu. Kepala Desa Bili-Bili, Irwan Hana mengungkapkan, ada tiga Posko Siaga Corona yang dibentuk oleh Pemerintah Desa. Pembentukan Posko Siaga Corona itu, kata dia, dilakukan sejak Jumat, (20/3/2020)

“Kita sudah jalankan instruksi PSBK. Yakni membangun tiga Posko Siaga Corona,” ujar Irwan Hana kepada Go Cakrawala, Selasa, (14/4/2020)

Tiga Posko Siaga Corona tersebut, lanjut dia, masing-masing di pertigaan Jalan Poros Sungguminasa-Malino dan Jalan Poros Sungguminasa-Sapaya. Satu di Pasar Bili-Bili. Satu lagi di Kantor Desa yang berfungsi sebagai posko induk.



Di setiap posko ada aparat desa yang ditempatkan. Tugasnya mengawasi orang luar yang mau masuk ke Desa Bili-Bili. Dibantu oleh anggota Babinsa dan Bimmas serta warga.

“Di Posko Siaga Corona, juga kita siapkan alat pemeriksa suhu tubuh untuk warga. Ada juga wadah cuci tangan serta cairan disinfektan,” tukasnya.

Pria yang tercatat tiga periode menjabat Kades Bili-Bili ini menegaskan, Corona Virus Desease jangan dipandang enteng. Karena itu, Ia berharap penerapan PSBK efektif untuk memutus rantai penyebaran virus asal Kota Wuhan, Tiongkok itu.

Pihaknya pun, sampai saat ini terus meminta semua warga Desa Bili-Bili agar patuh terhadap imbauan pemerintah terkait social distancing.

Senantiasa jaga kebersihan. Rajin cuci tangan. Tetap jaga jarak (physical distancing) dan hindari kerumunan. Bagi warga yang didapati kumpul-kumpul akan didatangi dan dibubarkan oleh aparat desa.

“Kami juga minta warga tetap tinggal di rumah. Kalaupun harus beraktivitas di luar, maka wajib menggunakan masker. Pemerintah Desa Bili-Bili menyediakan masker untuk dibagi-bagi pada warga,” beber Irwan.

Irwan mengaku bersyukur, karena warga Desa Bili-Bili memiliki tingkat kesadaran yang baik. Sehingga pihaknya tidak terlalu kesulitan memberikan pemahaman.

Contohnya warga yang punya usaha warung. Hanya sekali saja diimbau, warungnya langsung ditutup. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan.

“Sebagai pemerintah desa, saya salut dengan kesadaran warga disini. Demi kebaikan dan keselamatan bersama, mereka yang punya warung rela ditutup sendiri. Semoga upaya dan kerjasama kita semua, virus Corona ini lekas berlalu,” pungkas Irwan. (*)


BACA JUGA