#

Program Kementan Digiring ke Politik? Bawaslu: Kalau Benar Itu Pidana

Rabu, 18 April 2018 | 09:40 Wita - Editor: Baharuddin -

Makassar,GoSulsel.com – Dugaan kampanye Pilgub Sulsel lewat agenda program pemerintah, tercium. Dugaan itu muncul setelah adanya program Kementerian RI yang dihelat pada musim politik di Sulsel. 

Dugaan dan peluang dimanfaatkannya program ini untuk mengkampanyekan salah satu kandidat di Pilgub Sulsel, memang punya potensi. Mengingat, Kementerian Pertanian RI dipimpin Amran Sulaiman. 

Seperti diketahui, adik Amran Sulaiman yaitu Sudirman Sulaiman, adalah calon wakil gubernur pasangan Nurdin Abdullah. Tim-tim yang akan turun langsung membagikan ternak atau tanaman holtikulutura, bisa saja sudah dipilih dan diberi “misi” tertentu.

Menanggapi hal ini, Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi menegaskan, jika benar adanya kegiatan yang dilakukan untuk menguntungkan salah satu paslon Pilgub maka akan diberikan sanksi sesuai aturan  yang berlaku. 

Menurutnya, Bawaslu akan tegas memberikan sanksi kepada pihak penyelenggara dalam hal ini (kepanitiaan) karena masuk dalam ranah pelanggaran pidana. 

“Jelas sanksi pidana bagi penyelenggara. Karena lakukan kegiatan berbau politik yang menguntungkan kandidat. Apalagi kegiatan nasional,” tegas Laode Selasa (17/4/2018).

Kendati demikian, Laode mengatakan, pihak Bawaslu hingga saat ini belum mendapat informasi atau laporan dari masyarakat mapun pihak tertentu terkait dugaan kegiatan oleh Kementrian Pertanian.

“Ini saja kami belum tau. Juga belum ada laporan, kalau ada kami tindak lanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Koordinator Lentera Pemilu Gunawan mengatakan ada sejumlah kegiatan yang digelar oleh Kementerian Pertanian yang dicurigai mengkampanyekan salah satu kandidat di Pemilihan Gubernur (Pilgub). Pihaknya menilai. Ada kecurigaan pada kegiatan Kementan, pada malam ada meteri yang sengaja membahas tentang calon Gubernur. 

“Kita tidak bisa pungkiri kalau Pak Menteri Amran Sulaiman punya adik kandung yang ikut menjadi calon Wakil Gubernur yang berpasangan dengan Nurdin Abdullah. Kami Sangat curiga karena kegiatan ini mungkin sudah ada seratus  angkatan,” terang Gunawan.(*)


BACA JUGA