#

Aktivis PB PMII Ajak Masyarakat Sulsel Lawan “Cukong” & Politik Uang

Senin, 25 Juni 2018 | 12:49 Wita - Editor: Baharuddin -

Makassar, GoSulsel.com – Aktivis Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) angkat bicara soal isu permainan cukong jelang Pilgub Sulsel 27 Juni mendatang.

Hal dikatakan Wakil Ketua PB PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah menyusul trednya istilah “cukong”, dimana salah satu pasangan calon dibackup pemodal, bahkan desas-desus aroma kecurangan menjadi isu yang sentral diperbincangkan.

Menanggapi hal itu, Chaliq, sapaan Muhammad Syarif Hidayatullah tidak menampik bahwa, Cukong Politik menjadi fenomena yang senantiasa terjadi di Sulsel saat ini. 

Menurutnya realitas politik di Indonesia yang berbiaya tinggi, menjadi latar belakang utama maraknya praktek ‘cukong- cukong’ politik yang dilakukan oleh para investor atau pemodal untuk membiayai Pilkada kepada setiap kandidat atau calon kepala daerah.

“Setiap kabupaten/kota bahkan provinsi di Indonesia yang memiliki potensi untuk ‘di-eksploitasi’ oleh para pemodal menjadi sasaran utama agar melanggengkan kepentingannya,” ujar Chaliq, Senin (25/6/2018).

Dia mengatakan, biaya untuk Pilkada telah menembus angka hingga Miliaran rupiah, dimana kekuatan swadaya kandidat (calon kepala daerah) atau partai politik tidak akan mampu menutup biaya politik tersebut, menjadikan ruang potensial untuk para investor. 

“Ketika kandidat terpilih menjadi kepala daerah, maka ‘kontrak’ politik di saat Pilkada akan menjadi prioritas, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai kepentingan yang sekunder,” tegasnya.

“Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat Sulsel adalah pemilih cerdas yang tidak dapat dibeli dengan uang. Karena jika itu terjadi maka secara tidak langsung kita telah menggadai daerah kita 5 tahun kedepan tutur beliau,” imbuhnya.

Maka dari itu, lanjutnya, dia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama mengawasi jalannya proses demokrasi yang ada di Sulsel, agar supaya sesuai dengan apa yang kita harapkan dalam memilih pemimpin kedepan.

Terakhir Chaliq yang juga mantan Ketua PMII Sulsel ini menambahkan, bahwa pilihlah pemimpin yang terlah teruji dan berpengalaman dalam memimpin sebuah daerah. 

“Tentunya integritas dan berbekal pengalaman itu saya rasa sulsel akan lebih baik dibawah kepemimpinan uang seperti itu,” tandasnya.(*) 

pt-vale-indonesia


BACA JUGA