FOTO: Calon Bupati Takalar nomor urut 2, Syamsari Kitta menggunakan hak suaranya bersama istri dan anaknya pada pemilihan Bupati dan Wakil bupati Takalar 2017 di TPS 02, Desa Bonto Mangape, Kecamatan Galesong Selatan, Takalar, Rabu (15/2/2017). Zul Kifli / Go Cakrawala
#

Terciduk Panwas, Rencana Pertemuan Kades di Takalar Mendadak Pindah Lokasi

Senin, 25 Juni 2018 | 19:22 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, Gosulsel.com – Jelang pencoblosan Pilgub Sulsel, Rabu 27 Juni, dugaan keterlibatan Bupati Takalar Syamsari Kitta untuk memanfaatkan aparat pemerintahan makin tercium.

Itu setelah ada rencana pertemuan mencurigakan yang diduga melibatkan sejumlah kepala desa di salah satu kecamatan yang disinyalir untuk kepentingan kandidat tertentu di Pilgub Sulsel.

pt-vale-indonesia

Beredar informasi jika sejumlah kepala desa dikumpulkan di suatu tempat, Senin (25/6/2018). Mereka disinyalir akan diberikan pengarahan untuk memenangkan kandidat tertentu.

Hanya saja, rencana itu ketahuan oleh Panwas, sehingga beberapa kepala desa yang hadir di lokasi awal, disebut-sebut mendadak bubar, dan mencari lokasi baru lagi yang diyakini bebas dari pengamatan Panwas.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Takalar, Ibrahim Salim yang dikonfirmasi mengenai  pertemuan tersebut, mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari panwascam.

“Kami sudah sampaikan ke teman teman panwascam untuk melakukan pengawasan. Khusus di Galut, insyaallah informasinya kami sampaikan. Karena teman-teman panwascam ada didimana-mana dan akan terus mengawasi,” janji dia saat dikonfirmasi wartawan, Senin 26 Juni.

Karena memang, kata dia, Panwascam masih terus melakukan pengawasan terhadap kegaiatan-kegiatan masyarakat atau pun pemerintah  yang sarat dengan kepentingan politik terutama para pejabat daerah. Pasalnya jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momentum masa  tenang untuk melakukan kecurangan.

“Alhamdulillah, setiap kegiatan kegiatan ngumpul ngumpul baik di desa selalu diawasi teman teman pengawas. Kami sudah himbau baik itu pejabat daerah dan sebagainya kami akan tindak tegas kalau melakukan pelanggaran,” jelasnya.

Ibrahim menegaskan, tidak akan tinggal diam apabila ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh kandidat atau oknum pejabat dan ASN. Bahkan, ia bersama panwas se Kabupaten Takalar akan terus berada di lapangan  mengawasi dan memastikan proses demokrasi dapat berjalan dengan baik.

“Dan masyarakat juga selalu memberikan informasi untuk memastikan kami akan turun langsung ke lokasi. Dan siapapun yang melakukan pelanggaran kami tidak akan pandang bulu kami akan tindaki dengan tegas,” ancam dia.(*)


BACA JUGA