Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan Menggelar Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira

Dalam Sehari 40 Orang Meninggal Karena Narkoba 

Kamis, 12 Juli 2018 | 13:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com —  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menggelar puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR balai rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Kamis (12/7/2018).

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Mardi Rukmianto mengatakan, peringatan HANI memiliki makna akan keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa,” sebutnya.

Kondisi geografis Indonesia dan Sulsel yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional untuk menjadikan Indonesia, khususnya Sulsel sebagai pangsa pasar peredaran gelap.

Berdasarkan hasil survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi yang dilaksanakan oleh BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2015, Provinsi Sulsel menempati posisi 9 diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,27 persen atau sebanyak 138.937 orang.

Dan survei pada tahun 2017, Sulsel mengalami peningkatan menjadi posisi 7 dengan angka prevalensi 1.95 persen atau sebanyak 133.503 orang.

“Selain itu terdapat 30-40 orang meninggal sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba,” sebutnya.

Data kasus penegakan hukum narkoba Polda Sulsel dan BNN pada tahun 2016 sebanyak 1.613 kasus, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 1.442 kasus.

Sementara itu dari jumlah bandar dan pengedar pada tahun 2016 sebanyak 12.423 orang. Tahun 2017, mengalami peningkatan sebanyak 19.514 orang. Kemudian dari jumlah pengguna pada tahun 2016 sebanyak 15.869 orang dan pada tahun 2017 mengalami kenaikan 21.961 orang.

Sedangkan bidang rehabilitasi pada tahun 2016 sejumlah 1.214 residen yang telah menjalani rehabilitasi, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 794 residen. Dan telah memberikan pelayanan pasca rehabilitasi kepada 221 mantan penyalahgunaan narkoba. Untuk jumlah penggiat anti narkoba yang telah dikukuhkan oleh BNN Sulsel sebanyak 80 kelompok.

Selain itu munculnya jenis-jenis narkoba baru atau new psychoactive substances (NSP) turut menambah tantangan dalam upaya menanggulangi permasalahan narkoba.(*)


BACA JUGA