Pendamping Desa Ikut Ramaikan Bursa Cakades di Maros

Sabtu, 21 Juli 2018 | 20:36 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros,Gosulsel.com – Setelah 10 tahun bergelut di pemberdayaan masyarakat sebagai Pendamping Desa dan Fasilitator PNPM Mandiri di sejumlah daerah, Rabbani, akhirnya memilih maju pada Pilkades, di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Maros, Oktober 2018 mendatang. 

Alumni Fakultas Dakwah IAIN Alauddin Makassar ini, bekal pengalaman mendampingi pemerintah Desa dan masyarakat  di sejumlah daerah yakni,di Makassar, Tana Toraja,  Pangkep dan Maros tujuannya hanya ingin mengabdi di kampung halamannya. 

“Desa seharusnya dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,  tentunya dengan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, professional dan bebas KKN. Termasuk penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.”. Tuturnya, Sabtu (21/07/2018).

Lebih lanjut ia yang mengusung tagline ‘ kerja cerdas, ikhlas dan tuntas’ ini menjelaskan, bahwa pengalamannya selama ini yang aktif  dibeberapa organisasi seperti Karang Taruna,  KTNA,  IPPHTI dan KNPI serta pengalaman kerja sebagai pendamping desa dan Fasilitator PNPM dibeberapa kabupaten dan kota akan diaplikasikan dalam menjalankan pemerintahan desa yang ideal jika nantinya terpilih. 

“Salah satunya dengan melakukan perencanaan desa yang berkolaborasi antara kebutuhan masyarakat yang digali secara partisipatif,  dukungan kajian ilmiah dan kebijakan pemerintah yang lebih tinggi,”. Terangnya.

Tidak hanya itu, untuk mewujudkan  Desa Tenrigangkae mandiri, sejahtera dan berkeadilan pada tahun 2025 yang menjadi visinya kata dia,  beberapa program kerja juga akan ditawarkan antara lain dengan melakukan penguatan struktur kelembagaan pemerintahan desa dengan memaksimalkan peran serta personil sesui tupoksinya.

Kata dia, revitalisasi infrastruktur layanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan (Paud,  Posyandu dan PKBM) serta Pembangunan infrastruktur untuk menunjang kegiatan usaha bidang pertanian, jasa dan kegiatan ekonomi lainnya.

“Peningkatan kapasitas SDM petani dan pelaku UKM, perangkat desa,  BPD dan RT serta penguatan kelembagaan dan revitalisasi usaha Bumdes tentu tidak luput dari program yang telah direncanakan,”. Pungkasnya.(*)


BACA JUGA