Percepat Pelayanan Publik, Bupati Gowa Bakal Gunakan Disposisi Online

Senin, 06 Agustus 2018 | 20:03 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com — Kebutuhan masyarakat pada pelayanan yang serba cepat, dan dibutuhkan berbagai inovasi dalam mengatasinya, mengharuskan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XIII.

Pendidikan dan pelatihan ini bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulsel, di Wisma Lantobang, Senin (6/8/2018).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, saat ini perubahan terjadi dengan cepat sehingga pelayanan juga harus cepat.

“Kita harus hadir dalam setiap ruang yang ada. Zaman telah berubah maka cara kita harus dirubah jadi baru. Semua peserta harus buat inovasi,” kata Adnan.



Bahkan, dirinya meminta agar para peserta ini bisa menciptakan inovasi disposisi online, sehingga meskipun dirinya tidak berada dikantor segala administrasi bisa selesai.

“Jadi seperti sekarang ini saya sibuk di luar, Bisa sampai malam baru pulang, ini tentu menghambat pelayanan apalagi kalau ada yang harus didisposisikan. Dengan disposisi online biar dimanapun saya, bisa didisposisikan. Di Jakarta bisa. Inilah inovasi yang kita butuhkan,” tambahnya.

Sehingga, ke depannya Adnan berharap para peserta Diklat bisa menciptakan disposisi online. Sebab itulah yang nantinya bisa digunakan untuk mempermudah pelayanan.

“Karena yang diminta masyarakat adalah percepatan. Dan kita harus jawab itu. Jadilah agen perubahan untuk Gowa ke depannya,” tambah orang nomor satu di Gowa itu.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Imran Jauzy menilai banyak perubahan terjadi yang kesemuanya mengarah ke E-learning.

“Sekarang ini banyak pembelajaran berbasis elektronik. Polanya berubah. Dan ini yang harus kita dorong ke sistem E-learning. Demi peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri 16 dari Kecamatan dan 14 dari SKPD.


BACA JUGA