Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Syahrir Kariem
#

Incumbent Harus Antisipasi Manuver Caleg Milenial

Kamis, 27 Desember 2018 | 12:54 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kehadiran mayoritas calon anggota legislatif (Caleg) milenal dengan gagasan dan gerakan politik baru dinilai akan menjadi salah satu daya tarik calon pemilih pada Pemilu 2019 mendatang. Apalagi, persentase pemilih milenal untuk Pileg 2019 terbilang cukup tinggi.

Gerakan politik Caleg milenial yang cenderung lebih up to date dinilai akan menjadi tantangan para incumbent mempertahankan kursi di parlemen.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM), Syahrier Karim menilai jika Caleg incumbent tidak kreatif, maka sangat memungkinkan disalip oleh para Caleg pendatang baru, khususnya Caleg milenal. Meski begitu, dia mengatakan bahwa pengalaman Caleg incumbent tentu menjadi penilaian lebih.

“Dibanding Caleg baru, Caleg incumbent saya kira lebih berpengalaman dan tinggal dituntut untuk lebih kreatif lagi dalam mendekati hati pemilih, khususnya kaum milenial. Kalau incumbent tidak kreatif dalam berkampanye, maka bisa saja disalip oleh Caleg-caleg muda. Dan pasti akan mengganggu pergerakan incumbent,” kata Syahrir, Kamis (27/12/2018).



Hal senada dikatakan oleh Direktur Epicentrum Politica, Sunardi. Dia mengatakan kehadiran Caleg milenial dengan gagasan dan gaya baru tentu berpengaruh terhadap Caleg incumbent yang lebih cenderung mengandalkan pengalaman.

“Pastilah punya pengaruh, apalagi saat ini kan isu milenial itu sangat laris dijadikan ramuan kampanye, makanya Caleg incumbent harus memperkaya strategi kampanye untuk mengimbangi gerakan milenial tersebut,” kata dia.

Meski begitu, dia mengatakan sebagai Caleg incumbent seharusnya tidak perlu terganggu dengan adanya Caleg muda tersebut, justru kata dia bagus untuk memperkaya strategi. “Apalagi Caleg incumbent diuntungkan dengan pengalaman daripada Caleg muda,” tuturnya.(*)


BACA JUGA