Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Suryadi Culla
#

Pengamat Sayangkan KPU Bocorkan Kisi-kisi Debat

Senin, 14 Januari 2019 | 09:35 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Suryadi Culla menyayangkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yang membocorkan kisi-kisi pertanyaan debat kandidat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Adi memprediksi, kebijakan itu dapat viral dan menjadi satu diskursur baru di kancah politik Indonesia. “Kedepannya itu di tahun 2019, debat ini akan viral dan menjadi diskursus,” kata Adi, Senin (14/1/2019).

Dia menegaskan, dirinya tidak sepakat dengan kebijakan KPU tersebut. Dia mengatakan debat kandidat adalah instrumen masyarakat untuk menilai kandidat Pilpres. Namun, setelah kisi-kisi dibocorkan maka kemungkinan untuk menguji intelektualitas kandidat Pilpres akan hilang.

“Saya termasuk yang mengkritik kalau itu diberikan bocoran, karena itu tidak perlu. Karena dari situkan masyarakat bisa menilai di mana calon yang bernilai dan tidak,” ujar dia.



Adi memberikan alternatif, bila kisi-kisi tersebut terlanjur dibeberkan, dia beranggapan KPU mestinya mengubah metode debatnya, agar nuansa adu gagasan dan ide tetap mengalir. “Ya kalau sudah bocor, metodenya diubah. Debat itu kan adu gagasan, ide, dan visi misi,” kata Adi menyarankan.

Menurut dia, debat pilpres dapat dijadikan sebagai medium literasi politik bagi masyarakat. Maka tak heran, bila setelah debat, opini masyarakat akan banyak mengenai gagasan para calon.

Selain itu, melalui debat, nalar kolektf masyarakat juga terpicu untuk lebih kritis lagi kata akademisi Universitas Hasanuddin tersebut.

“Tapi bagaimana nalarnya masyarakat mau berjalan kalau sudah ada bocoran?” demikian Adi Culla.(*)


BACA JUGA