FOTO: Direktur Riset IDEc, Rahmad M Arsyad/IST

Beban Dua Capres pada Debat Perdana Malam Ini

Kamis, 17 Januari 2019 | 21:06 Wita - Editor: Irwan Idris -

GOSULSEL.COM — Kurang beberapa jam lagi (17/1/2019), debat perdana dua pasangan capres akan segera di gelar. Sayangnya topik perdana debat pasangan Capres dan Cawapres kali ini, dalam hemat saya kurang mengutungkan kedua belah pihak. Pasalnya, topik yang diangkat adalah soal Hukum dan HAM serta kasus korupsi dan teororisme. Kedua pasangan calon dalam pandangan saya, tidak bisa melakukan banyak selebrasi di pentas debat perdana malam nanti.

Karena kedua kubu, baik capres petahana, Joko Widodo maupun penantang Prabowo Subianto sama-sama punya banyak beban sejarah akan soal yang akan diperdebatakan. Pada era pemerintahan Joko Widodo misalnya, jika melihat sejumlah catatan soal Hukum dan HAM, seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid (Kompas/18/10/2018), tidak ada satupun kasus kejahatan HAM berat masa lalu yang berhasil dituntaskan pada rezim pemerintahan ini. Mulai dari kasus penculikan aktivis 1998, kasus Munir, bahkan yang paling baru kasus penyidik KPK Novel Baswedan terkesan terjadi pembiaran.

Celakanya, pada kubu pasangan calon penantang label sebagai aktor di belakang layar bagi kasus-kasus pelanggaran Ham masa lalu susah untuk di tepis. Pada soal kasus pemberantasan Korupsi jika diperhatikan pada era pemerintahan Joko Widodo juga tidak terlihat membaik, sejumlah kementerian dan lembaga di bawah Jokowi tersandung kasus korupsi seperti di Direktorat Pajak, Kejaksaan, Kementrian Perhubungan, menteri sosial bahkan sampai Kementerian Desa.

Selain itu sedikitnya 18 kepala daerah tertangkap tangan oleh KPK karena terlibat korupsi dan sejumlah anggota legislatif dari kubu koalisi pendukung presiden juga banyak yang tersandung kasus. Sementara pada kubu penantang, label bagian dari kroni dan koalisi cendana yang dipandang sebagai nenek moyang korupsi masa lalu, juga tetap membelenggu pasangan nomor urut dua tersebut. Pada kasus penanganan terorisme, pada masa pemerintahan Joko Widodo juga bisa terlihat sejumlah aksi teror, beberapa diantaranya mulai dari teror bom Sarinah- Thamrin 2016, kasus Bom Surabaya sampai penyerangan mako brimob Jawa Barat.



“Jadi pada akhirnya, menurut saya debat yang akan berlangsung malam nanti hanya akan bermain pada narasi-narasi retoris semata, tidak akan menyentuh apa yang menjadi substansi debat yakni menjelaskan apa yang sudah dan akan dilakukan apalagi menguraikan secara tajam langkah-langkah kongkrit penangangan kasus Hukum dan Ham serta kasus korupsi serta teororisme yang serupa hantu selalu membayangi dari rezim ke rezim pemerintahan.(*)

 

Dr. Rahmad M. Arsyad, M.Ikom
Direktur Indonesia Development Engineering Consultant
(IDEC)


BACA JUGA