Debat perdana capres 2019
#

Menanti Performa Dua Kandidat Pilpres Pada Debat Perdana

Kamis, 17 Januari 2019 | 10:38 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Debat perdana akan digelar malam ini. Beberapa stasiun TV akan meyiarkan secara langsung performa dua kandidat presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Debat ini sekaligus menguji performa public spekaing dua kandidat Pilpres. Pilihan diksi tentu akan menjadi hal yang menguntungkan dan bisa saja merugikan dua kandidat.

“Performa public speaking para kandidat sesungguhnya sedang diuji, di masa kampanye panjang seperti ini. Pilihan diksi atau nada bicara (tone) dari para calon juga menjadi sumber negative campaign bagi lawan politiknya. Terutama jika mereka bermain pada pilihan diksi yang sensitif bagi segmen pemilih tertentu,” kata pengamat politik dan pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis (17/1/2019).

Di panggung politik yang dramaturgis, menurut Andi Luhur, hampir semua pilihan kata dan kalimat sudah diatur sedemikian rupa oleh konsultan maupun tim pemenangan.



“‘Panggung depan adalah arena yang penuh dengan kemasan, termasuk mengemas kesalahan untuk tujuan ‘testing the water’. Menguji kekuatan negatif pada segmen pemilih tertentu,” imbuhnya.

Sementara, lanjut dia di ‘panggung belakang’ para buzzer dan spin doctor bekerja mengolah dan mengkonversi diksi-diksi negatif itu menjadi citra positif untuk tujuan-tujuan elektoral kandidatnya.

“Perang diksi negatif seperti itu tentu tidak akan mencerdaskan pemilih. Dampaknya, visi dan gagasan-gagasan besar dari para kandidat tidak tampak dalam kontestasi Pilpres ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa, pihak petahana tentu akan diuntungkan dari sisi posisi kompetisi. Alasannya penantang akan kesulitan mengimbangi opini kinerja dengan opini gagasan.

“Pihak petahana tentu memperoleh positioning yang menguntungkan dari situasi kompetisi seperti itu. Penantang akan sulit mengeksplorasi gagasan alternatif, yang bisa mengimbangi opini tentang kinerja pemerintahan saat ini,” tandasnya.(*)


BACA JUGA