Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono (AHY)

Dua Hari di Sulsel Tak Masif Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ini Alasan AHY

Selasa, 22 Januari 2019 | 13:07 Wita - Editor: adyn - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono (AHY) mengakhiri kegiatan road show di Sulsel hari ini, Selasa (21/1/2019).

Anak kandung dari mantan Presiden RI dua periode Susilo Bambang Yudhoyoni ini nyaris tidak pernah terlihat menyampaikan kampanye calon presiden dan wakil presiden usungan Demokrat, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.

AHY yang dikonfirmasi berkaitan hal itu mengatakan, memang dia tidak menyampaikan secara terbuka di waktu tertentu.

“Sebetulnya ada, saya sampaikan juga. Dalam konteks begini, bahwa partai Demokrat itu menjalankan strategi ganda,” kata AHY di Hotel Novotel, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Selasa (22/1/2019).



Dia mengaku, setiap melakukan kampanye, sosialisasi, kunjungan di daerah dimanapun bertemu dengan masyarakat, tentunya mengedepankan prinsip harus mensukseskan pemilihan legislatif (Pileg) bagi Demokrat, karena Demokrat punya target yang mesti dicapai. Meski begitu, dia mengaku tetap akan mensukseskan Pilpres.

“Tetapi, kita juga harus memahami situasinya, bahwa di Pemilu 2019 ini sangat berbeda dibanding Pemilu sebelumnya. Karena dilaksanakan serentak antara pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, konsekuensi dari fenomena politik baru ini, hanya menguntungkan dua partai, yakni Gerindra dan PDI-P.

“Sedangkan partai pengusung lainnya, baik dikoalisi pak Prabowo maupun di koalisi pak Jokowi, itu mendapatkan tantangan yang berat, karena ketika masyarakat dan pemilih ke TPS nanti, membuka kertas suara pertama Capres dan Cawapres, sesegera itu pula mungkin ada asosiasi dengan partai pengusung utamanya,” kata dia.

“Bagi partai Demokrat tentu kita tidak ingin kemudian suara kami tergerus, suara kami hilang. Apalagi kita ketahui bersama ada ambang batas (parlementery treshold) yang harus di lampaui,” ujarnya.

Olehnya, Demokrat bekerja keras dan tidak berharap-harap saja ada dampak dari Pilpres dengan strategi yang khusus.

“Inilah kenapa seolah-olah disana-sini ada pertanyaan. Tapi teman-teman, ini tidak hanya terjadi di partai Demokrat,” tandasnya.(*)


BACA JUGA