Diganti, Umar Septono Tak Mampu Ungkap Kasus Bom Polsek Bontoala

Kamis, 24 Januari 2019 | 19:29 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Jusrianto - Go Cakrawala

Dia menyebutkan, bahan peledak ini terbuat dari koran yang dibuat sebagai sumbu. Kemudian, menggunakan pipa. “Ini hanya petasan saja. Pasalnya, mirip dengan mercon. Tetapi bahannya menggunakan baut, mur, bahan bakar minyak jenis pertamax dan paku,” tambahnya.

Untuk ciri-ciri pelakunya, dia menambahkan berusia masih muda dengan menggunakan baju berwarna abu-abu. “Doakan saja, kasus ini cepat terungkap,” pungkasnya.

Pengamat Kriminolog Nilai Polda Sulsel Menutup Informasi

Salah satu pengamat kriminologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Heri Tahir menilai pihak kepolisian telah menutup rapat mengenai informasi keberadaan pelaku pelemparan bom pipa di Mapolsek Bontoala



“Saya yakin, kejadian itu kecil kemungkinan berkaitan dengan jaringan teroris. Alasannya, bom yang digunakan tergolong low eksplosive. Bahkan, dikatakan tidak all out,” urai Heri saat dihubungi via telefon seluler, Minggu (14/1/2018).

Selain itu, berdasarkan informasi yang didapatkan, Heri Tahir bahwa pelaku meninggalkan beberapa barang bukti di TKP.

Menurutnya, Itu menunjukkan pelaku tidak terlatih dengan baik, lazimnya seperti teroris yang dikenal selama ini yang sebisa mungkin tidakk meninggalkan jejak dengan prinsip hit and run.

“Saya kira tidak ada salahnya dibuka ke tengah masyarakat, agar tidak terjadi salah sangka kepada aparat hukum. Terutama siapa sesungguhnya pelakunya berikut motifnya. Karena bisa saja pelaku memang hanya ingin melihat warga kota panik dan membuat kesan bahwa Makassar tidak aman terutama pada malam tahun baru,” tambahnya.

Halaman: