Plt Kepala Dinkes Makassar, Naisyah Tun Azikin

18 Pasien Positif DBD, Dinkes Makassar Sebut Belum Tahap KLB Demam Berdarah

Rabu, 30 Januari 2019 | 17:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dinas Kesehatan Kota Makassar, pada bulan Januari 2019, terdapat sekitar 18 pasien yang positif Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RSUD, RS Swasta, maupun Puskesmas di Kota Makassar.

“DBD itu sampai kemarin itu kalau tidak salah ada 18 orang yang positif sampai bulan Januari. Jumlah ini berdasarkan hasil laboratorium,” ujar Plt Kepala Dinkes Makassar, Naisyah Tun Azikin, Rabu (30/1/2019).

Di musim penghujan seperti saat ini memang sering terjadi peningkatan beberapa penyakit, seperti DBD. Namun, kondisi tersebut belum memasuki tahap Kondisi Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah.

“Musim hujan memang seperti itu karena nyamuk-nyamuk kan suka menetas di air yang jernih,” ungkapnya.



Dinyatakan KLB demam berdarah, kata dia, apabila terjadi peningkatan kasus dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami tidak nyatakan Makassar KLB demam berdarah, karena indikasi itu adalah jumlah kasus. Kapan dikatakan KMB kalau terjadi peningkatan kasus dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang belum terjadi peningkatan,” tegasnya.

Artinya, kata Naisyah, masyarakat kota Makassar semakin sadar dalam mencegah penyakit demam berdarah. Begitu ada keluhan seperti demam, maka masyarakat langsung berobat ke rumah sakit.

“Kan lebih bagus mereka deteksi dini, positif atau tidak, yang penting mereka sudah datang berobat. Belakangan itu positif atau tidaknya, yang jelas mereka tertangani, begitu demam periksakan diri dengan segera. Karena demam berdarah itu bisa menyebabkan kematian kalau tidak ditangani,” jelasnya.

Naisyah menambahkan, sampai saat ini belum ada laporan kasus orang yang meninggal akibat penyakit tersebut. Meski begitu, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada agar penyakit tersebut tidak menyebar dengan cepat dan bisa terhindar dari kematian.

“Sampai saat ini belum terjadi peningkatan. Makanya, kita lihat tren-tren tertinggi, itu Januari sampai Maret. Tapi kalau dari Januari itu tidak terjadi peningkatan. Tapi kita harapkan masyarakat tetap waspada, begitu demam, langsung pergi memeriksakan diri. Tidak usah tunggu pendarahan baru berobat,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA