kegiatan fogging

Selain Fogging, Ini Imbauan Dinkes Makassar untuk Cegah Penyakit DBD

Kamis, 31 Januari 2019 | 01:21 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa daerah khususnya di Kota Makassar, dapat memunculkan resiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit DBD tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak dengan cepat pada genangan air di lingkungan tempat tinggal.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memberikan arahan terkait penanganan penyakit berbahaya tersebut. Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan kematian apabila tidak tertangani dengan baik.

“Yang paling penting itu pencegahannya. Ada yang namanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3 M yaitu menguras, menutup dan mengubur,” ungkap Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, Rabu (30/1/2019).



Selain itu, pemberian bubuk Abate di bak-bak mandi juga diperlukan untuk membasmi jentik- jentik nyamuk. Menurutnya, hal ini sangat ampuh untuk menghilangkan telur nyamuk yang menempel di dinding tempat penampungan air. Terlebih pada area yang memang sulit dibersihkan atau dikuras.

“Tidak boleh ada sampah apapun di sekitar rumah karena itu adalah tempat tergenangnya air. Tempat menetasnya nyamuk. Itu yang diharap paling penting, untuk masyarakat bagaimana mencegah itu nyamuk Aedes aegypti berkembang biak,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan imbauan kepada puskesmas-puskesmas yang ada di Makassar untuk sosialisasi di wilayah kerjanya.

“Kemudian fogging atau penyemprotan. Fogging itu yang terakhir. Karena fogging itu kan hanya membunuh nyamuk dewasa tidak memberantas bintik yang bertelur. Bintik telur hanya dilakukan dengan kerja bakti menguras bak-bak mandi yang melekat di dinding bak,” tambahnya.

Ia menyebut ada dua jenis fogging. Pertama, fogging massal di mana dinkes akan melakukan foggung di daerah-daerah yang hasil surveinya mudah terjangkit DBD.

Kedua, fogging kasus, yakni berdasarkan laporan masyarakat bahwa di tempat tersebut terdapat banyak nyamuk Aedes.

“Jadi bukan berdasarkan permintaan masyarakat. Walaupun juga masyarakat minta belum tentu ditemui. Walaupun dia tidak minta, tapi kalau itu rawan DBD ya pasti kita fogging,” jelas Naisyah.

Selain DBD, kata dia, pada musimĀ  dingin seperti ini penyakit lainnya yang biasa muncul adalah diare dan infeksi saluran pernapasan.

“Biasanya, penyakit ini akibat perubahan cuaca sehingga rentan pilek dan demam,” imbuhnya. (*)


BACA JUGA