Emak-emak pendukung pasangan Capres Cawapres Prabowo-Sandi/INT
#

Pengamat Sarankan Capres-Cawapres Genjot Kampanye Tatap Muka

Kamis, 14 Februari 2019 | 22:55 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Strategi “perang darat” atau kampanye konvensional dinilai memiliki segmen pemilih. Kampanye konvensional juga merupakan salah satu instrumen yang pengaruhnya kuat, baik mempengaruhi swing voters bahkan orang yang sudah menentukan pilihan, namun masih memungkinkan berubah.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto menilai, strategi “perang darat” atau kampanye konvensional lapangan masih tetap punya segmen pemilih.

Meskipun sekarang sudah era digitalisasi dan interaksi sosial sudah beralih di dunia maya, tetapi segmen pemilih tradisional, menurut dia, lebih membutuhkan pertemuan langsung yang intens. Intensitas bisa mengalahkan permainan citra.

“Sejauh ini pertarungan Pilpres, sudah terlalu fokus pada pertarungan di media. Di perang darat, demarkasi hoax dan fakta bisa langsung diverifikasi. Aspek touchment atau sentuhan langsung pada pemilih mulai kurang di lakukan,” ucap Luhur, Kamis (14/2/2019).

Apalagi, lanjut Luhur, jika yang hadir dalam kampanye “serangan darat” itu adalah calon presiden atau calon wakil presiden. Tentu akan sangat mempengaruhi calon pemilih.

“Di beberapa tempat kehadiran langsung Capres dan Cawapres tetap menarik kedatangan pemilih. Capres dan Cawapres yang punya kemampuan mobilitas tinggi punya diferensiasi,” ucapnya.(*)

Tags:

BACA JUGA