Ketua Gerindra Makassar, Erick Horas di lokasi nobar debat capres di Sekretariat Gerindra, Jalan Nuri, Makassar, Minggu malam (27/2/2019).

Keliru Sebut Data Kebakaran Hutan, Gerindra Tak Ingin Tuding Jokowi Hoax

Senin, 18 Februari 2019 | 15:29 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pernyataan calon presiden 01, Joko Widodo berkaitan tidak pernah terjadi kebakaran lahan hutan dan gambut selama tiga tahun terakhir menjadi perbicangan publik pasca debat Capres kedua Minggu malam kemarin. Pasalnya berdasarkan data terbaru kabinet Jokowi melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berbeda dengan klaim Jokowi.

Sebelumnya KLHK telah merilis, bahwa kebakaran lahan hutan sejak tahun 2013 masih terus terjadi. Dimana masing-masing luas lahan 2013; 4.918,74 ha, 2014; 44.411,36 ha, 2015; 261.060,44 ha, 2016; 14.604,84 ha, 2017; 11.127,49 ha dan 2018; 4.666,39 ha.

Begitu juga dengan kebakaran gambut di Indonesia. Berdasarkan data KLHK kebakaran gambut dari tahun 2015 hingga 2018 masih terjadi, dengan luas lahan masing-masing 2015; 891.275 ha, 2016; 97.787 ha, 2017; 13.555 ha dan 2018; 125.340 ha.

Ketua DPC Gerindra Makassar, Erick Horas yang dikonfirmasi berkaitan dengan klaim Jokowi, enggan melakukan tudingan. Sekalipun, dia tidak menepis bahwa jagoannya Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno selalu dituding hoax. Dia mengaku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atas perbedaan data KLHK dan klaim Jokowi.

“Itu kan, berdasarkan data-data. Kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa. Tadi pak Prabowo bilang, kita punya tugas bersama, bagaimana niat yang baik untuk memajukan negara republik ini. Menjaga rakyat Indonesia,” kata Erick Horas, Senin (17/2/2019).

Dia mengajak masyarakat untuk memperhatikan data-data. Jika pernyataan Jokowi soal kebakaran lahan dan gambut itu digiring ke isu hoax, dia menyerahkan saja kepada masyarakat untuk menilai.

“Menurut saya apabila ada data-data yang muncul seperti itu, silahkanlah data-data saja yang dilihat. Tapi kalau digiring ke isu hoaks, silahkanlah masyarakat yang menilai,” tuturnya.

“Saya rasa di debat tidak ada yang mengatakan hoax, mungkin itu persepsi orang di luar dengan adanya data-data. Maka apa yang menjadi pernyataan tadi, itu akan terjawab menurut saya. Walaupun pak Prabowo maupun pak Jokowi menyebut angka-angka itu bisa terjawab,” imbuhnya.

Beberapa kali diulang Erick, bahwa dirinya tidak ingin terlibat menggiring pernyataan Jokowi menjadi isu hoax meskipun itu adalah lawan politiknya. Yang paling penting, kata dia, masalah negara harus diselesaikan bersama.

“Kalau ada yang mengatakan bahwa di 2018 ada kebakaran hutan, silahkanlah. Kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Karena pak Prabowo tadi bilang, ini tugas kita bersama untuk menjaga Indonesia jauh lebih baik, adil dan makmur,” tandasnya.(*)


BACA JUGA